SUARA SEMARANG - Dinas Pendidikan Kota Semarang mewacanakan adanya aturan untuk mengenakan pakaian adat Semarangan.
Rencananya, pakaian adat Semarangan tersebut dipakai oleh siswa SD dan SMP di Kota Semarang setiap hari Kamis di setiap awal bulan.
Plt Kepala Disdik Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengatakan, rencana mengenakan pakaian adat Semarangan sempat didiskusikan dengan kepala sekolah saat membahas terkait pengadaan seragam tidak boleh dilakukan di sekolah.
Sebagian kepala sekolah di Kota Semarang pun dikatakannya setuju dengan wacana tersebut.
"Kami sempat singgung sebelum ada kebijakan pusat untuk memakai seragam adat setiap Kamis pada minggu pertama," papar Bambang dikutip dari semarangkota.go.id.
Dia menegaskan bahwa rencana mengenakan pakaian adat Semarangan untuk siswa SD dan SMP tersebut belum diimplementasikan.
Namun pihaknya akan menindaklanjuti dan membahas kembali dengan kepala sekolah yang ada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Semarang.
Pakaian adat Semarangan ini berupa sorjan semarangan dan udeng semarangan untuk laki-laki. Sedangkan, perempuan mengenakan kebaya encim.
Pihaknya akan segera mengimplementasikan kebijakan ini jika sekolah siap.
Namun, dia tidak ingin kebijakan memakai pakaian adat semarangan menjadi beban bagi orang tua yang tidak mampu.
"Jangan sampai yang tidak mampu keberatan. Kalau ortu tidak mampu ya tidak pakai dulu tidak apa-apa, jangan sampai ditegur," tandasnya.
Pihak Dinas Pendidikan Kota Semarang juga menegaskan dan melayangkan surat edaran bahwa seragan tidak boleh dikoordinir oleh sekolah.
Hal ini pula yang nantinya akan berlaku untuk pakaian adat semarangan.
Sedangkan untuk seragam khusus batik atau pakaian olahraga boleh dikoordinir oleh sekolahan namun diwanti-wanti agar tidak sampai memberatkan orang tua.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Kecewa Tak Ditemui Kapolri, BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Ancam Gelar Aksi Lebih Besar
-
Hasil Drawing 16 Besar Liga Champions: Man City vs Real Madrid, Chelsea Tantang PSG
-
Hukuman Pelaku atau Perbaikan Sistem? Menolak Narasi "Oknum" yang Berulang
-
THR Karyawan Swasta Kapan Cair? Begini Mekanisme dan Jadwal Pencairannya
-
Diskon Besar hingga Transportasi Gratis! Ini Fasilitas Mudik ke Jakarta yang Ditawarkan Pemprov DKI
-
BLACKPINK Bawa Pesan Keberanian dan Persatuan di Comeback Lagu Terbaru, Go
-
Amnesty International Anggap Tuntutan Jaksa Terhadap Delpedro Cs Sebagai Operasi Pembungkaman Kritik
-
Yamaha Racing Indonesia Rilis Formasi Pembalap 2026 Demi Target Juara Dunia
-
Antara Idealisme dan Uang: Realita Pembajakan Buku dalam Selamat Tinggal
-
2 Kejanggalan Sikap Ayah Bocah di Sukabumi yang Meninggal Disiksa Ibu Tiri, Apa Itu?