Selain itu, kelompok tani ternak Sumogawe juga terkendala peralatan berupa pipa-pipa saluran biogas ke rumah warga.
"Kendala pembuatan biogas pada saluan pipa ke rumah warga itu biayanya enggak ada untuk anggota yang jaraknya jauh serta perawatan," katanya.
Ia juga mengakui, meski setiap hari yakni tiap pagi dan sore memasukan limbah kotoran sapi ke dalam digester, belum maksimal dalam menghasilkan biogas untuk kapasitas pemanfaatannya.
Biogas tersebut dimanfaatkan untuk memasak kebutuhan 10 rumah tangga dari memasak hingga memanaskan air di kandang.
"Kalau siang gasnya kecil karena warga banyak yang pakai, kalau malam cukup besar tapi buat apa malam hari digunakan," katanya.
Sebagai alternatif dalam kebutuhan memasak di dapur, warga terpaksa kembali menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar.
"Kembali ke kayu bakar, gas tabung elpiji mahal," katanya.
Oleh karenanya, ia kini sangat membutuhkan kembali bantuan pemerintah baik dari Pemkab Semarang maupun Pemprov Jateng untuk mendukung progam biogas tetap berlangsung.
Ia masih bersyukur kelompok tani ternaknya masih bisa bertahan sebab dibandingkan dengan kelompok tani tetangganya sudah tutup dalam pengolahan biogas.
"Terutama bantuan pakan ternak dan perawatan sambungan pipa biogas. Di sini masih bisa bertahan kelompok tani ternaknya, tapi yang di sebelah sana malah sudah tutup," katanya.
Di tanya apakah pernah ada orang dari pemerintahan yang kembali mendatangi ternak komunalnya. Marnin mengaku sempat didatangi namun tidak untuk menyalurkan bantuan.
"Pernah didatangi dari orang dinas, cuman lihat-lihat dan tanya- tanya saja enggak ada tawaran bantuan," katanya.***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Bos Danantara Buka Suara Soal Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Taksi Listrik Pemicu Tabrakan Beruntun Kereta? Ini Pernyataan Resmi Perusahaan
-
Green SM Klarifikasi Usai Tragedi Maut di Stasiun Bekasi Timur, Publik Soroti Tidak Ada Kata Maaf
-
MU Bungkam Brentford dan Jauhi Kejaran Rival, Carrick: Tak Perlu Dirayakan
-
Revisi UU Pemilu Didorong Transparan dan Segera Dibahas, DPR Soroti Jangan Ada 'Ruang Gelap'
-
Sultan Jogja Murka Kasus Daycare, Psikolog: Jangan Abaikan Naluri Orang Tua!
-
Evakuasi Korban Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo Masih Berlangsung, Kantong Jenazah Terus Berdatangan
-
SIG Kantongi 5 Sertifikat Platinum Green Label, Bukti Dominasi Semen Hijau Nasional
-
5 Toner Pad Willow Bark untuk Kulit Halus, Bebas Pori, dan Matte
-
Bos KAI: 3 Orang Masih Terperangkap di Dalam Gerbong KRL