SUARA SEMARANG - Sebutan Kota Semarang dengan nama Kota Lunpia sudah mendarah daging di masyarakat umum. Ternyata ada sejarah panjangnya yang justru bersumber dari negeri China.
Lunpia dan Semarang sudah erat berkaitan sejak jaman dahulu. Jika jajanan kuliner ini merupakan original asli daerah Ibukota Jawa Tengah ini.
Membawa oleh-oleh Lunpia wajib hukumnya saat bertandang ke Kota Semarang. Meski kudapan ini banyak tiruannya di sejumlah daerah namun rasa khasnya tak bisa diduakan.
Ada sejarah tercipta Lunpia yang masyhur menjadi jajanan khas Kota Semarang hingga melekat dalam penyebutan sebagai julukannnya.
Lunpia merupakan jajanan fusion atau turunan yang dibawa oleh orang asli China yang bercampur dengan kuliner sejenis yang juga asli Kota Semarang.
Rupanya mengapa sebab lunpia menjadi kuliner khas Semarang, berikut sejarah dari jaman ke jaman pewaris asli adonan tepung yang digulung isian rebung daging ini melegenda hingga sekarang.
Nenek Moyang China dan Jawa
Perkembangan sejarah lunpia di Semarang tak bisa lepas dari peranan pasangan suami istri Tionghoa - Jawa, Tjoa Thay Yoe dan Mbok Wasi yang pada awalnya sebagai penjual lunpia keliling di pelosok gang-gang Kota Semarang. Mereka berdua merupakan penjual lunpia dengan ciri khasnya masing-masing.
Pewaris lunpia Semarang generasi kelima Meilani Sugiarto atau kerap disapa Cik Meme menceritakan, awalnya sang moyang Tjoa Thay Yoe yang asli Cina dari Provinsi Fu Kien datang ke Semarang sekitar tahun 1800.
Baca Juga: Resep Gulai Belacan Kuliner Khas Riau, Nikmati Sensasi Kelezatan Tradisional di Rumah!
Dia memulai membuka usaha dagang makanan khas China, sejenis martabak berisi rebung dan dicampur daging babi yang digulung dengan rasa asin. Jualannya laris manis digemari masyrakat keturunan Tionghoa dan Semarang.
Di saat bersamaan, Mbok Wasi pedagang asli Semarang menjual mirip martabak milik Tjoa Thay Yoe, bedanya martabak Mbok Wasih diisi dengan campuran daging ayam cincang, udang dan telur dengan rasa manis.
“Keduanya berdagang keliling dari gang ke gang di Kota Semarang tahun 1850 an, walau bersaing dalam berdagang tapi secara sehat,” kata Cik Meme.
Isian Daging Babi Jadi Ayam
Hingga akhirnya, tahun 1870 kedua pedagang itu menikah, mereka lalu menciptakan jajanan khas Semarang menggabungkan akulturasi budaya antara Tionghoa dan Jawa pada racikan lunpianya. Menghilangkan isian daging babi dengan daging ayam dan telur.
“Ada perpaduan yang awalnya hanya berisi potongan rebung kemudian ditambahkan juga telur ayam serta bumbu rempah lainnya agar rasanya semakin nikmat. Hingga terciptalah lunpia dengan rasa istimewa khas Semarang yang memadukan rasa gurih, asin, dan manis,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 18 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 Maret 2026: Ada Skin Chromasonic, XM8, dan Katana
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
Belajar Sains Secara Menyenangkan Bersama Ibuku Seorang Saintis
-
Panglima TNI Diminta Terangkan Status Siaga 1 Secara Transparan Agar Tak Picu Spekulasi Publik
-
6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
-
Serasa Spesial Ramadan: Menelusuri Sop Kambing Legendaris di Jakarta
-
Polres Tanah Datar Bongkar Sindikat Penipuan Jual Beli Mobil: Pelaku 4 Napi, Ngaku Petinggi Polri!
-
Mendalami Sensualitas dan Cinta Paling Liar dalam Film Wuthering Heights
-
Indahnya Ramadan 2026 di Bundesliga: Laga Dihentikan, 6 Pemain Muslim Buka Puasa
-
7 Rekomendasi Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah Sebelum Lebaran
-
Reno Munz Bek Keturunan Indonesia Bekas Anak Didik Xabi Alonso Diincar Klub Bundesliga
-
4 Mobil Mitsubishi Bekas Terbaik di Bawah Rp90 Juta: Irit, Stylish, atau Performa Buas