Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) meminta Kelpin, pelapor yang merekam kengerian di pintu 13 saat tragedi Kanjuruhan, untuk mengajukan perlindungan.
Desas-desus beredar informasi bahwa Kelpin sempat diculik.
Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu mengatakan, bahwa ia telah menerima informasi itu sejak Senin (4/10/2022) kemarin, tentang dugaan penculikan Kelpin.
"Kami sudah dengar sejak Senin lalu, tapi kami juga belum ketemu Kelpin," ujar Edwin kepada wartawan, Rabu (10/5/2022).
Edwin mengatakan bahwa LPSK saat ini sedang mencari kontaknya dan kemudian Kelpin diminta untuk mengajukan perlindungan dari LPSK.
"Atau Kelpin, silahkan hubungi LPSK atau saya," katanya.
Tidak hanya itu, LPSK juga meminta warga Malang yang menjadi korban atau saksi dari tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang meninggal dunia meminta untuk mengajukan perlindungan.
"Semua yang menjadi korban atau mau menjadi saksi dalam Peristiwa Kanjuruhan," katanya lagi.
Sebelumnya beredar kabar bahwa Kelpin dilaporkan diculik oleh intel dan sejumlah aparat. Dia diduga diculik karena video yang dia unggah tentang kengerian di pintu 13 tragedi Kanjuruhan.
Video tersebut menjadi viral di jejaring media sosial karena menunjukkan situasi orang banyak yang mencoba keluar dari Gerbang 13, yang terkunci ketika polisi menembakkan gas air mata.
Baca Juga: KontraS Duga Ada Pihak-pihak yang Coba Kaburkan Fakta Tragedi Kanjuruhan
Namun berita penculikan Kelpin itu kemudian dibantah Kabag Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo. Dia mengatakan Kelpin diamankan untuk menjadi salah satu dari 29 saksi yang diperiksa penyidik.
"Yang merekamnya (Kelpin, red.) sekarang dijadikan saksi oleh penyidik,"
ujar Dedi di Mapolres Malang, Selasa (4/10/2022).
Ditempat terpisah, Ketua Divisi Hukum KontraS, Andi Rezaldi, mengatakan tindakan polisi tersebut patut dicurigai sebagai bentuk intimidasi.
Tentu saja, pola-pola seperti ini sering menyasar orang yang melaporkan fakta tentang suatu kejadian atau persitiwa.
"Kami menduga apa yang dilakukan polisi adalah bentuk intimidasi terhadap orang yang melaporkan fakta tentang peristiwa kekerasan. Mungkin bagi mereka, cara-cara seperti ini ampuh untuk merberangus suara-suara kritis," kata Andi saat dihubungi Suara.com, Rabu (10/5/2022).
Kenyataannya bagi Andi, membungkam suara kritis tidak akan bisa menutupi suatu fakta. Terlebih, fakta-fakta aksi kekerasan yang dilakukan aparat di Stadion Kanjuruhan terhadap Aremania pasti akan terbongkar.
"Padahal sebetulnya tidak, tapi kebenaran pasti akan terungkap. Salah satunya menyangkut keterlibatan dan pertanggungjawaban hukum pimpinan dan anggota aparat keamanan yang melakukan tindak kekerasan,” jelasnya.
Untuk itu, KontraS mendorong pihak kepolisian untuk menghentikan cara-cara intimidasi tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
KontraS Duga Ada Pihak-pihak yang Coba Kaburkan Fakta Tragedi Kanjuruhan
-
Sebut Tragedi Kanjuruhan karena Gas Air Mata Polisi, Fadli Zon: kenapa Gak Pakai Water Cannon?
-
Update Terbaru Perkembangan Penyidikan Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang
-
New York Times Kritik Habis Arogansi Kepolisian Indonesia dalam Penyelesaian Konflik Massa
-
Pilu! Arema FC Dijatuhi Sanksi Berat oleh PSSI
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Sinergi BRI dan KPP: Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp10,6 Triliun
-
KPP Apresiasi BRI, Jadi Bank Terbaik Penyalur KUR Perumahan
-
Sukseskan Program KPP, BRI Pegang Porsi Strategis KUR Perumahan
-
Tuai Sorotan, Anak Tom Cruise Kini Tak Lagi Pakai Nama Belakang sang Ayah
-
Dorong Program 3 Juta Rumah KPP, BRI Siap Penuhi Target 2026
-
Stok AS Menyusut, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 Dolar AS
-
Statistik Tak Elok Pelatih Baru Italia Roberto Mancini: Dibuat Malu Timnas Indonesia
-
Pemda Kesulitan Bayar Gaji Pegawai, Purbaya Janji Tambah Anggaran TKD ke 490 Daerah
-
Mandalika Jadi Saksi, Duet Mesin Buas Honda dan Mental Baja Pembalap ART Borong Juara
-
Tekanan Belum Reda, Rupiah Tembus Rp18.106 per Dolar AS