Ketua Divisi Hukum KontraS, Andi Rezaldi, mengatakan tindakan polisi tersebut patut dicurigai sebagai bentuk intimidasi.
Tentu saja, pola-pola seperti ini sering menyasar orang yang melaporkan fakta tentang suatu kejadian atau persitiwa.
"Kami menduga apa yang dilakukan polisi adalah bentuk intimidasi terhadap orang yang melaporkan fakta tentang peristiwa kekerasan. Mungkin bagi mereka, cara-cara seperti ini ampuh untuk merberangus suara-suara kritis," kata Andi saat dihubungi Suara.com, Rabu (10/5/2022).
Kenyataannya bagi Andi, membungkam suara kritis tidak akan bisa menutupi suatu fakta. Terlebih, fakta-fakta aksi kekerasan yang dilakukan aparat di Stadion Kanjuruhan terhadap Aremania pasti akan terbongkar.
"Padahal sebetulnya tidak, tapi kebenaran pasti akan terungkap. Salah satunya menyangkut keterlibatan dan pertanggungjawaban hukum pimpinan dan anggota aparat keamanan yang melakukan tindak kekerasan,” jelasnya.
Untuk itu, KontraS mendorong pihak kepolisian untuk menghentikan cara-cara intimidasi tersebut.
Aremania Diculik Intel Polisi
Kelpin sebelumnya dilaporkan telah diculik oleh intel dan sejumlah aparat. Dia diduga diculik karena video yang dia unggah tentang kengerian di pintu 13 tragedi Kanjuruhan.
Video tersebut viral di media sosial karena menunjukkan penderitaan massa yang berusaha keluar dari Gerbang 13, yang dikunci saat polisi menembakkan gas air mata.
Akun Instagram @kolektifa menyebut Mata Najwa akan mengundang Kelpin sebagai narasumber terkait tragedi Kanjuruhan.
Baca Juga: Resmi Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 46!
"Tahu video yang tak share kemarin kan video TikTok Kelpinbotem yang nunjukin kalau pintu terkunci dari luar saat gas air mata mengepul di tribun. Kelvin diundang ke Jakarta oleh Mata Najwa untuk meberikan kesaksian dan seharusnya dia berangkat siang ini tapi nahas ketika dia berada di stasiun, dia diculik Intel dari oknum aparat dan akhirnya gagal berangkat. Ada banyak saksi di stasiun. Mohon doanya semua agar Kelpin selamat," demikian keterangan unggahan tersebut.
Masih dalam unggahan tersebut, Redaksi Mata Najwa yang diwakili oleh Zen RS, mengatakan pihaknya tidak mengundang orang yang bersangkutan.
"Setelah cek ke internal, tidak atau belum ada komunikasi atau undangan dari tim kami kepada Kelvin, saya telah cek ke berbagai desk (seluruh redaksi Mata Najwa, tim harian tim investigasi) semoga tetap dalam keadaan sehat dan baik-baik saja, amin," tulis Zen RS.
Kemudian, masih dalam postingan yang sama, Kelpin disebutkan telah kembali dengan selamat dan rupanya ia dibawa ke Polresta Malang. Hal itu berdasarkan keterangan dari seorang kerabatnya.
Namun, kabar penculikan Kelpin dibantah oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo. Dedi memastikan Kelpin diamankan untuk menjadi salah satu dari 29 saksi yang diperiksa penyidik.
"Yang merekam itu (Kelpin) sekarang dijadikan saksi oleh penyidik," kata Dedi di Mapolresta Malang, Selasa (4/10/2022).
Tag
Berita Terkait
-
Alasan Gunakan Gas Air Mata ketika Buburkan Suporter di Kanjuruhan, Polri : Untuk Membela Diri
-
Liga 1 Dihentikan Sementara, Luis Milla Isi Akhir Pekan dengan Latihan Persib Bandung
-
Oknum TNI Tendang Suporter di Tragedi Kanjuruhan Minta Maaf ke Ibu Korban: Saya Khilaf, Bu
-
Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Jatim Punya Dua Pilihan: Dicopot atau Sukarela Mundur
-
Cerita Aremania, Saksi Keterlibatan Prajurit TNI Bantu Polisi lakukan Kekerasan terhadap Suporter
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Demo Anti Piala Dunia Memanas, Pendemo Berbaju Hitam-hitam Serang Suporter
-
Australia Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia U-19, Erick Thohir Singgung Soal Kualitas
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Kamu Harus Tahu! 7 Aturan Baru Piala Dunia 2026: VAR Kini Lebih Berkuasa
-
Siapa Wasit Laga Pembuka Piala Dunia 2026? Sosok Kontroversial dari Brasil
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Detik-detik Pembukaan Piala Dunia 2026: 80.000 Suporter Padati Stadion Azteca
-
Pelanggaran Fatal Terungkap! 6 Fakta di Balik Penangguhan 41 Dapur Makan Bergizi Gratis di Tangsel
-
Siapa 'Pimpinan Berjenjang' BPK yang Disebut Titin Rita dalam Kasus Edison Muara Enim?
-
Jutaan Ikan Mati Mendadak di Mempawah, Kerugian Pembudidaya Diperkirakan Miliaran