Baru-baru ini Korea Utara terpancing amarah, seusai Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang melakukan pertemuan di KTT ASEAN Minggu lalu di Kamboja.
Korea Utara menembakkan rudal balistik Kamis (17/11/2022) ke perairan Timur Semenanjung Korea, menurut pemerintah Korea Selatan.
Rudal balistik jarak pendek tersebut sebagai peringatan dari Korea Utara untuk Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan terkait hasil pertemuan mereka di Kamboja.
Memang sebelumnya para pemimpin dari Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan bertemu di sela-sela KTT ASEAN Minggu lalu di Kamboja, menghasilkan kesepakatan membantu Amerika Serikat untuk pembagian data intelijen, guna memperkuat Amerika Serikat saat perang dengan mengembangkan rudal anti-balisitik.
Pertemuan ketiga negara itu secara rilis bukan mengarah ke Korea Utara, melainkan misi terselubung untuk mengetahui kekuatan China.
Pertemuan trilateral tersebut berlangsung 15 menit. Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol sepakat untuk memperluas pembagian intelijen, serta merancang misi terselubung membalas kecaman Beijing.
Berbagi info intelijen antara Tokyo dan Seoul telah lama menjadi tujuan Amerika Serikat sejak lama, salah satunya agar tercipta rudal anti balistik buat Amerika Serikat, sehingga leluasa melancarkan misinya ke dataran Tiongkok.
Target Pembagian Intelijen Adalah China
Presiden Korea Utara terpancing dari pertemuan tersebut, walau sebelumnya Washington telah mendorong Korea Utara untuk melakukan serangkaian uji coba rudal, dengan syarat membatalkan perjanjian de facto kedua negara tersebut di era masa kepemimpinan Trump dengan Pyongyang.
Sebelum Joe Biden memimpin sebagai presiden, Amerika Serikat setuju mengurangi latihan militer bersama dengan Korea Selatan. Sebagai imbalan moratorium uji coba rudal balistik dan nuklir jarak jauh milik Korea Utara, yang masa berlakunya berakhir tahun ini.
Baca Juga: Pengaruh Jokowi di KTT G20 Membuat PM Inggris Rishi Sunak Lirik Indo-Pasifik
Korea Utara berharap menerima bantuan ekonomi sebagai balasannya, tetapi liciknya Amerika Serikat malah melanjutkan sanksi brutalnya di bawah kepemimpinan Joe Biden sehingga menciptakan krisis ekonomi.
Amerika Serikat sebenarnya tidak membutuhkan senjata nuklir untuk menghancurkan Korea Utara. Karena target Amerika sebenarnya terhadap ancaman nuklir dengan meningkatkan pembagian intelijen untuk China.
Pembagian intelijen antara tiga negara sekaligus mematangkan persiapan bila terjadi perang. Amerika Serikat sejauh ini sudah matang, dengan membangun pangkalan utama militer di Jepang dan Korea Selatan.
Dewan militer Amerika Serikat telah menempatkan sebanyak 28 hingga 50 ribu tentara di masing-masing negara itu, termasuk membangun pangkalan udara yang sewaktu-waktu bisa menyerang China bila bergejolak.
Amerika Serikat sengaja memperkuat dan membagi data intelijen tentang rudal anti balistik guna melindungi pangkalannya dari serangan balik China bila hubungan keduanya memanas dan memicu perang.
[wsws/washingtonpost]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Tutorial Jadi Generasi Sandwich: Kenyang Makan Hati, Dompet Diet Ketat
-
Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
-
Manajer Bongkar Pendapatan Fajar SadBoy Setahun, Cuma Segini
-
Jadwal Imsakiyah Kota Padang Hari Ini, Sabtu 28 Februari 2026
-
Cerita Wayne Rooney: Lagi Kesal dengan Sir Alex Eh Lihat Kelakuan Anomali Diego Maradona
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Jadwal Imsakiyah Kota Malang Sabtu 28 Februari 2026
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas