/
Kamis, 24 November 2022 | 17:29 WIB
Tangkapan layar foto Panda Nababan dengan SBY (youtube/bang panda)

Politisi senior PDI Perjuangan yang juga jurnalis kawakan, Panda Nababan, membeberkan kisahnya saat Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menyuruhnya menemui Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pada 2005 silam.

Pertemuan itu terjadi setelah Megawati kalah dari SBY dalam pertarungan pemilihan presiden 2004.

“Suatu ketika, Mega mengumpulkan kami, Taufiq suaminya, Pramono Anung, Tjahjo Kumolo dan saya di rumah Teuku Umar. Dia meminta saya untuk bertemu SBY," ujar Panda Nababan dalam akun YouTube pribadinya, Bang Panda Nababan dengan judul 'SBY bohongi Mega' yang diunggah sekitar setahun lalu.

Pertemuan elite PDIP itu dilakukan sekaligus merespons SBY yang disebut ingin bertemu Megawati setelah kemenangananya dalam pemilihan presiden 2004.

Panda mengatakan SBY telah melakukan berbagai upaya untuk bertemu dengan Megawati. Seperti mengutus teman dekat yang juga mengenal Megawati, namun upaya tersebut tidak berhasil.

Tangkapan layar foto SBY dan Megawati (sumber: youtube Panda Nababan)

Dalam pertemuan di rumah pribadi Megawati, Taufiq Kiemas meminta istrinya yang merupakan Ketua Umum PDIP untuk bertemu dengan SBY. Namun saat itu, Megawati tidak lantas menerima saran suaminya untuk bertemu langsung dengan SBY.

"(Kata Megawati) saya kalau mau ketemu harus ada klarifikasi dulu, kata dia" ungkap Panda.

Taufik kemudian menawarkan dirinya yang akan maju menemui SBY. Namun hal itu dilarang oleh Megawati. Karena Mega berpendapat, hal itu sama saja Taufik bertemu dengan SBY mengatasnamakan dirinya.

Kemudian mereka berunding. Megawati lalu mengajukan lima pertanyaan, yang selanjutnya bisa diteruskan ke SBY untuk dikonfirmasi.

Baca Juga: Sebelum Hajar Jerman, Timnas Jepang Pernah Ramu Taktik di Stadion Pakansari

“Apakah benar dia (SBY) pernah mengatakan 'saya sudah di comberan tapi diwongke sama mbak Mega', ada pertanyaan bahwa betul dia pernah mendatangi mbak Mega menanyakan apakah mbak Mega bersedia menerima dia sebagai calon Wakil Presiden," kata Panda.

Tangkapan layar momen Megawati bersalaman dengan SBY disaksikan Presiden Jokowi (sumber: youtube/bang Panda)

Waktu pun sudah larut malam, kata Panda, Megawati lalu mengutus Pramono, Tjahjo dan Panda bertemu SBY di istana. Namun, saat hendak keluar dari gerbang kediaman, Megawati menyuruh Pramono dan Tjahjo turun dari mobil.

Panda menjelaskan bahwa Megawati mengatakan kalau dirinya yang keturunan Batak bisa mencatat dan menyampaikan dengan baik isi pertemuan dengan SBY, karena memiliki latarbelakang pengalaman sebagai wartawan.

"Berangkatlah aku sendiri ke istana, dan ketemulah aku dengan SBY, aku sampaikan semua pertanyaan, tak ada satupun yang dia jawab, dia hanya bersandar melihat langit-langit dramatis pertemuannya, mencekam tidak ada dialog," ungkap Panda.

Politisi Senior PDI Perjuangan, Panda Nababan. (sumber: youtube/Bang Panda)

Karena merasa sudah tidak ada dialog lagi dari pertemuan keduanya di istana, Panda memutuskan untuk pamit. Alih-alih pisang goreng dan martabak yang disajikan oleh istana sudah habis.

Keesokan harinya Panda berangkat ke Denpasar, Bali. Saat bertemu Megawati, dia langsung menceritakan kisahnya dari pertemuan malam itu.

Load More