/
Senin, 05 Desember 2022 | 17:51 WIB
Anies Baswedan tiba di Pekanbaru (ANTARA/Annisa Firdausi)

Juru bicara DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), M. Kholid, menegaskan partainya saat ini memiliki peluang lebih besar untuk mendukung Anies Baswedan di Pilpres 2024 dibandingkan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Ini disampaikan Kholid dalam tanggapannya atas isu PKS dan Gerindra kembali rujuk untuk Pilpres 2024.

"Peluang PKS mendukung Anies lebih besar daripada ke Pak Prabowo," ujar Kholid, saat dihubungi, Senin (5/12/2022).

Kholid menyebut kemungkinan koalisi PKS dengan Gerindra tetap terbuka, namun posisi saat ini tentu berbeda dengan 2014 dan 2019. Menurutnya, PKS telah mendukung Prabowo dalam dua edisi pilpres sebelumnya.

“Tahun 2014 dan 2019 kita dukung Pak Prabowo Subianto, Ketua Umum Gerindra, nah untuk 2024 saatnya bergantian,” ujarnya.

Menurut Kholid, justru yang sekarang ini PKS mengajak Gerindra untuk mengikuti pilihan partainya bersama NasDem dan Demokrat dalam koalisi Perubahan.

“Giliran Gerindra yang kita ajak untuk ikut pilihan dari PKS nanti, jika nanti  koalisi perubahan jadi dideklarasikan," katanya.

Lebih jauh lagi, Kholid mengatakan bahwa PKS bersama Nasdem dan Demokrat tengah serius menjalin komunikasi politik.

"Kami berencana membangun koalisi perubahan Bangun. Tentunya, Koalisi Perubahan juga bersifat inklusif, membuka peluang bagi partai lain untuk bergabung, termasuk Gerindra," pungkasnya.

Baca Juga: Kamis Besok, Jokowi Pastikan Bantuan Rp50 Juta Cair Bagi Korban Gempa Cianjur

Ajakan Rujuk

Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto setelah menerima relawan Jokowi di Kertanegara, Jaksel. (sumber: Suara.com/Bagaskara)

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon menjelaskan, ada kemungkinan Gerindra mengajak PKS berkoalisi pada 2024. Kemungkinan itu terbuka karena, menurut Fadli, situasi politik sebelum 2024 masih sangat dinamis.

Oleh karena itu, segala kemungkinan masih bisa terjadi di masa mendatang.

"Pertanyaannya mudah-mudahan kita bisa bergabung lagi bersama-sama. Semua masih cair lah maksudnya masih belum bisa kita menentukan sampai mendekati waktu tenggatnya," kata Fadli.

Sedang menurut Sufmi Dasco Ahmad, selaku Ketua Harian Partai Gerindra, menanggapi kemungkinan rekonsiliasi antara Gerindra dan PKS yang kemudian membentuk koalisi seperti pada pemilihan presiden (pilpres) 2019. Menurut Dasco, tidak ada istilah 'rujuk' karena kedua partai tidak pernah bercerai.

Dasco menegaskan, Gerindra dan PKS masih sering berkomunikasi, apalagi kedua fraksi partai masih ada di Parlemen.

“Kalau rujuk, kan pernah cerai, kita kan nggak pernah cerai. Namanya partai politik, kita semua berteman, kita masih sering komunikasi,” kata Dasco di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Senin (5/12/2022).

Load More