/
Rabu, 07 Desember 2022 | 00:54 WIB
Seleb Uya Kuya resmi menjadi kader PAN (Suara.com/Bagaskara)

Surya Utama atau Uya Kuya menghipnotis dirinya mau jadi wakil rakyat di Pemilu Legislatif 2024. Si tukang hipnosis itu memakai kendaraan Partai Amanat Nasional (PAN) buat nyaleg.

Daerah pemilihan (Dapil) Uya Kuya untuk bisa duduk sebagai wakil rakyat, ia akan menghipnotis konstiuen yang tinggal di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat agar bisa duduk di DPR RI. 

Agar itu sukses, artis sekaligus pegiat seni tersebut masuk partai, dan Selasa kemarin, 6 Desember 2022 jadi kader PAN, usai pelantikan di kantor DPP PAN, Jakarta Selatan.

"2024, saya Insya Allah dari dapil Jaksel, Jakpus, luar negeri. Karena saya tinggal di Jaksel. Insya Allah DPR RI," kata Uya.

Mulanya masuk PAN cuma sekadar sebagai kader, kemudian tidak hasutan dari partai yang dinakhodai Zulkifli Hasan selaku Ketua Umum DPP PAN.

"Gak ada (iming-iming), jadi waktu saya ditawarkan untuk masuk itu belum ada bilang mau jadi apa atau bakal jadi apa. Memang mau jadi kader saja dulu. Waktu saya memutuskan bergabung dengan PAN juga belum dibilang akan jadi caleg DPR RI. Itu belum ada, itu beberapa waktu kemudian," ungkap selebriti pemilik nama Surya Utama itu.

Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan kata Surya Utama itu, mendapat dukungan setelah masuk di dalam partai politik. Walau sebelumnya, pria yang dikenal dengan aksi hipnotisnya di acara televisi sempat nyaleg dengan memilih dapil Sumatera Utara.

Rupanya Zulkifli Hasan alias Zulhas diam-diam memperhatikan Uya Kuya itu.

"Saat itu mungkin pak Zul juga mulai melihat kinerja saya, saya juga ya sama-sama saling pengenalan lah. Dari situlah baru akhirnya kita ada obrolan buat nyaleg," bebernya.

Baca Juga: PKS Cenderung Dukung Anies setelah 2 kali Gagal Dukung Prabowo

Setelah resmi sebagai kader PAN, Uya belum bisa menyampaikan komisi apa yang akan di tempati, walau dalam aktivitasnya sering bersentuhan dengan lingkungan dan ilmu berbau hukum maupun pendidikan.

"Tapi yang jelas gini karena apa yang gua perjuangkan selama ini di podcast juga adalah kebanyakan masalah hukum, masalah pengacara yang dengan ijazah bodong gitu kan, terus masalah polisi. Kalau bisa ya berhubungan dengan itu. Tapi gua juga konsen dengan pendidikan dan ya intinya di komisi berapa masih terlalu jauh," pungkasnya.

Load More