/
Jum'at, 09 Desember 2022 | 16:36 WIB
Saat proses evakuasi korban tambang meledak di Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (9/12/2022) (HO/Kariadil Harefa)

Korban meninggal dunia akibat ledakan tambang batu bara di Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar) bertambah menjadi 9 orang. Kata Kepala Seksi Operasional (Kasi Ops) Basarnas Padang, Oktavianto kepada jurnalis, Jumat (9/12/2022).

Sebelumnya SAR Padang menyampaikan, terdapat korban meninggal dunia ada 6 orang. Setelah melakukan pencarian dan pertolongan, bertambah tiga dari pencarian korban ledakan tambang di area pertambangan PT NAL perambahan, Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto.

"Empat korban selamat dari ledakan dan berada di rumah sakit daerah, dan terdapat sembilan (9) meninggal dunia usai pencarian sampai sore tadi. Kemudian saat ini satu lagi dalam pencarian di lubang tambang," kata Kasi Ops SAR Padang, Oktavianto melansir dari teraskabar.com.

Proses evakuasi salah satu dari korban tambang sawahlunto, sumatera barat yang meledak akibat gas metan, Jumat (9/12/2022) (sumber: HO/Kariadil Harefa)

Ia melanjutkan, kalau menurut keterangan saksi warga, ada satu lagi berada dalam tambang yang meledak. Sehingga tim SAR melakukan pencarian kembali.

"Kami mencari satu lagi berdasar keterangan saksi," ungkap Octavianto, menukil dari laporan teraskabar.

Sebelumnya terjadi ledakan di pertambangan batu bara milik PT NAL perambahan, Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Jumat 9 Desember 2022.

Proses evakuasi para pekerja sempat tertunda sebentar karena tebalnya asap gas metan yang keluar dari dalam lubang tambang.

Hingga berita ini terbit, tim pencarian dan pertolongan bersama masyarakat setempat masih berupaya melanjutkan pencarian terhadap satu korban tambang meledak di Sawahlunto.

"Sampai pukul 16.02 WIB, kami masih berupaya melakukan penyelamatan," tutupnya. [*]

Baca Juga: Tambang Batu Bara Sawahlunto Meledak: 6 Korban Tambang Meninggal Dunia, 4 Dalam Pencarian

Load More