/
Kamis, 22 Desember 2022 | 22:19 WIB
Gubernur Jawa Tengah dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (Instagram Ganjar dan Prabowo)

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya mengatakan bahwa jika kader PDIP, Ganjar Pranowo bersama dengan Ketua Umum Partai Gerindra berduet, maka akan berpotensi membuat pemilihan presiden 2024 berlangsung dengan satu putaran.

Hal tersebut disimpulkan berdasarkan data survei yang mengungkap bahwa elektabilitas Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto berduet bisa mencapai 45,3 persen. Ini merupakan hasil survei yang dilakukan oleh Charta Politika Indonesia.

"Mereka berpotensi menangkan satu putaran," kata Yunarto seperti dikutip dari WartaEkonomi.co.id--- jaringan Suara.com pada Kamis, (22/12/2022).

Pada survei kali ini, Ganjar Pranowo diketahui unggul dalam simulasi tiga nama calon dengan mencapai elektabilitas 37 persen. Lalu diikuti oleh Anies Baswedan (29,2%) dan Prabowo Subianto (26,1%).

Survei Charta Politika Indonesia dilakukan dari tanggal 8 hingga 16 Desember 2022 dengan total sampel sebanyak 1.220 orang berusia 17 tahun ke atas atau pemilih yang memenuhi syarat yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Adapun metode survei menggunakan multistage random sampling dengan tingkat kesalahan (margin error) sebesar 2,82%.

Ganjar Pranowo dan Erick Thohir menjadi pasangan yang paling banyak diusulkan kader PAN di seluruh Indonesia. (sumber: ist)

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan jika kader PDIP tersebut membutuhkan sosok pendamping yang dapat menawarkan keuntungan elektabilitas.

Burhanuddin Muhtadi menilai jika Menteri BUMN Erick Thohir mungkin menjadi pilihan paling ideal sebagai calon wakil presiden Ganjar mendatang.

"Basis Ganjar cenderung memilih Erick Thohir dan Ridwan Kamil," kata Burhanuddin.

Baca Juga: Viral, Aktor Hollywood Samuel L Jackson Ketahuan Like Video Bokep di Twitter

Alasan cawapres ideal Ganjar adalah Erick Thohir, karena diyakini mampu memperkuat basis dukungan utamanya di kalangan NU.

"Karena kita tahu Pak Ganjar belum maksimal di kelompok NU, sementara Erick Thohir adalah tokoh kehormatan di Banser, dia juga aktif di organisasi NU,” ujar Burhanuddin.

Menurut Burhanuddin, Erick Thohir juga memiliki suara di kalangan non-NU, yaitu di kelompok pemuda dan kelompok dengan penghasilan Rp 4-5 juta keatas.

Jika nantinya Erick Thohir dipinang Ganjar, maka akan ada tambahan dukungan untuk dua jalur. Jalur pertama adalah jalur tradisional pendukung Ganjar dan Jokowi, kemudia jalur kedua adalah mereka yang selama ini belum benar-benar mendukung Jokowi tetapi sudah melirik Erick Thohir.

"Satu di sisi pendapatan, yang kedua dari sisi usia." tambahnya.

Load More