Pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat HUT partainya di JIIExpo yang menyebut kasihan kepada Presiden Joko Widodo jika tidak ada partainya mendapat banyak tanggapan dari sejumlah elit politik.
"Padahal Pak Jokowi kalau nggak ada PDIP kasihan deh," kata Megawati saat berpidato dalam HUT ke-50 PDIP di JI-Expo Kemayoran, Jakarta pada Selasa (10/01/2023).
Pernyataan Megawati tersebut jelas mendapat banyak sorotan, salah satunya dari Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya.
Menurut Willy, Jokowi yang terpilih sebagai presiden melalui demokrasi terbuka ada simbios mutualisme antara sosok figur yang diusung dengan partai.
Nasdem yang menjadi salah satu pengusung Jokowi sejak pemilu 2014 melihat rekam jejak sehingga partai besutan Surya Paloh mantap memilihnya menjadi sosok pemimpin negeri ini. Willy menilai, jika seandainya demokrasi berjalan tertutup. kontestasi lima tahunan itu hanya akan dikuasai oleh PDIP.
Willy juga menyinggung sistem proporsional terbuka yang saat ini sedang diperjuangkan 8 fraksi di DPR.
Menurutnya jika pada pemilu 2019 menggunakan sistem proporsional tertutup, yang menguasai hanya PDIP partai yang bermarkas di Menteng, Jakarta.
"Pak Jokowi memiliki rekam jejak yang kemudian diapresiasi oleh publik. Sejauh ini, mah demokrasinya tertutup, maka kemudian liganya jadi Liga Menteng (PDIP), bahkan liga Indonesia dan kita tahu sirkulasi kekuasaan kita elitenya tinggal di Menteng," kata Willy saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/1/2023).
Atas dasar itulah Willy menegaskan diperlukan sistem proporsional untuk melahirkan kehendak zaman disetiap masa.
Baca Juga: 3 Pemain Top Thailand yang Pantas Direkrut Klub BRI Liga 1, Ada Top Skor Piala AFF 2022
Nasdem juga akan mendorong dan mendukung agar pemilu tidak menggunakan sistem proporsional tertutup.
"Tentu (Jokowi) anak kandung dari sistem demokrasi kita yang terbuka dan itu juga spirit yang terus-menerus kita dorong melalui mempertahankan, bahkan memajukan sistem proporsional terbuka ini. Jadi itu sebuah keniscayaan," jelasnya.
Willy menilai, alangkah baiknya jika saling memberikan apresiasi atas apa yang telah dikerjakan oleh Jokowi. Jika melihat bingkai sejarah, Nasdem adalah salah satu pelengkap PDIP sebagai salah satu pengusung Jokowi.
"Waktu itu siapa sih yang nggak jatuh cinta dengan Pak Jokowi. Waktu itu ya. Itu benar-benar menjadi, saya bilang tadi, kehendak zaman, spiritnya siapa? Jokowi, memang menjadi harapan," katanya.
"Jadi tentu tidak dalam posisi yang saling mencari titik lemah atau mencari-cari, tapi saling melengkapi saja dan itu sudah menjadi wis wayahe lah untuk kemudian saling memberikan kontribusi, melengkapi satu dan yang lain," pungkasnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
-
Jokowi Akui 12 Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu, PSI: Semoga Kejadian Kelam ini Bisa Jadi Pelajaran di Sekolah
-
Puluhan Tahun Ditunggu Rakyat, BARA JP Sebut Pengakuan 12 Kasus Pelanggaran HAM Berat Kado Terindah dari Presiden
-
KPK Tangkap Gubernur Papua Lukas Enembe Bareng Polisi, Apa Hebatnya?
-
Disindir Megawati, Grace Natalie : PDIP adalah Kakak Dari PSI
-
HUT ke-50 PDI Perjuangan Jadi Ajang Pamer Megawati, Penyanyi Ini Bilang Cantik
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement