/
Sabtu, 14 Januari 2023 | 21:11 WIB
GIIAS 2022 ; Mobil Listrik (Suara.com/Alfian Winanto)

Pemberian insentif untuk tiap pembelian mobil-motor listrik bakal terealisasi. Saat ini pemerintah (Presiden Jokowi) melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif  sedang mematangkan aturan tersebut.

Pemberian insentif itu  sehubungan dengan produksi atau pabrikan mobil dan atau motor listrik itu di Indonesia. Sehingga Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sedang memastikan isi draft pemberian insentif beli kendaraan listrik.

"Lagi dimatengin," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif, di Jakarta, Jumat (13/1/2023).

Hanya saja Arifin Tasrif belum mau bersuara banyak, akan tetapi cuma menyampaikan akan melakukan finishing dalam waktu dekat.

"Perlu sedikit lagi. Iya, mekanismenya masih perlu dibahas," katanya.

Ilustrasi pengisian daya mobil listrik - Perbandingan Isi Daya Listrik Mobil dan Isi BBM: Lebih Hemat Mana? (Pexels) (sumber:)

 

PLN Percepat Bangun Charging Station Kendaraan Listrik

Sebelumnya Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kepada PLN dengan tegas mengatakan, agar mempercepat pembangunan infrastruktur Charging Station Mobil dan atau motor listrik.

Hal itu merujuk dari Perpres 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Pasalnya, seperti kata Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Jumat (13/1/2023).

Mega proyek tentang pabrik kendaraan listrik tahun ini di Indonesia akan segera terealisasi, dan produksi bakal ada di tahun 2024. 

"Ya, tahun ini bakal ada pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik dari hulu sampai ke hilir antara LG Electronics dan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL)," kata Bahlil.

Baca Juga: 2024 Indonesia Bakal Jadi Pasar Terbesar Kendaraan Listrik, Investasi Sudah Mulai Tahun Ini

Sambung Bahlil, kalau nilai investasi sekitar USD 9,8 miliar. Lalu CATL lebih kurang USD 6 miliar.

"Investasi CATL senilai USD 6 miliar sedang jalang tahun 2023," ujar Bahlil di Istana Negara, Jakarta.

Sementara terkait charging station kendaraan listrik, Kementerian Perhubungan, melalui Dirjen Perhubungan Darat telah mengantensi seluruh terminal tipe A dan atau stasiun KA juga menyiapkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum.

Potret foto Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan outfit anak muda saat di lokasi Bamboo Dome, kawasan Hotel The Apurva Kempinski Bali, Indonesia. (sumber: Dokumentasi Pribadi)

 

Besaran Insentif Beli Mobil dan Motor Listrik Indonesia


Saat ini peraturan pemberian insentif terhadap setiap pembelian kendaraan listrik baik itu motor atau mobil listrik, bakal segera terealisasi.

Besaran insentif beragam, sedikit bocoran bahwa setiap pembelian mobil listrik berbasis hybrid insentifnya Rp40 juta. Kalau motor listrik dana insentifnya itu Rp8 juta.

Beda halnya dengan motor konservasi ke motor listrik, cuma dapat insentif sekitar Rp5 juta.

Load More