Cerita tentang Tiko, remaja pria santun usia 23 tahun merawat ibunya yang terkena gangguan jiwa selama dua belas tahun disebuah rumah mewah yang kumuh tak terawat tanpa aliran listrik maupun air, kian menginspirasi kalangan publik beberapa waktu terakhir ini.
Kesaksian terbaru kisahnya ia ceritakan saat diundang podcast bersama presenter Arie Untung tentang masa kecilnya yang kerap dimanja, hidup dalam keluarga yang berada dengan asuhan ART hingga diantar jemput sekolah.
“Papa sama mama dulu satu kerjaan satu kantor di salah satu rekanan departemen keuangan. Aku di rumah malah lebih sering sama ART lah ya, itu karena mama-papa pagi berangkat, sibuk gitu lah. Nah aku di rumah seharian, tapi dimanja banget gitu, berangkat sekolah ke TK dianter pulang dijemput gitu, makan atau apa semua yang dipengen itu dituruti gitu” ungkap Tiko dalam video yang diunggah di kanal Youtube Cerita Untungs, Selasa (17/1/2023).
Tiko juga menceritakan jika dulu keluarganya dulu cukup mapan, setiap kali dia meminta ingin meminta sesuatu seperti mainan selalu di belikan oleh orang tuanya, hal ini yang kemudian membuatnya menjadi anak yang sangat manja dan sangat berbeda dengan kehidupannya sekarang.
"Pengen ini, pengen mainan ini, pengen PS atau apa, pokoknya semuanya bener-bener dimanja gitu kan. Jadi kehidupan dulu tuh bener-bener jauh berbanding dibandingkan yang sekarang gitu lho. Itu masih TK sampe SD gitu,” lanjut Tiko saat menceritakan sewaktu dirinya masih sekolah di Taman Kanak-kanak.
Selain itu, Tiko mengatakan bahwa kehidupan keluarganya dulu sangat harmonis. Bahkan, setiap akhir pekan ayah dan ibunya selalu menyempatkan untuk membawanya jalan-jalan di tengah kesibukan orang tua mereka.
Papa dan mamanya sering membawanya ke Dufan dan Ancol bersama keluarga besarnya yang lain. Dia juga pernah diajak ke Bali untuk mengunjungi sanak family-nya dengan pesawat terbang bersama mama dan papanya.
“Yang aku inget pernah jalan-jalan ke Dufan sama keluarga yang lain, sama keluarga besar. Terus jalan-jalan ke Ancol, pokoknya lebih sering jalan-jalan di akhir pekan gitu, di weekend jalan-jalan ke mana aja. Cuma emang hari-hari biasa mama papa sibuk kerja gitu. Pernah juga waktu itu nemuin keluarga ke Bali pake pesawat itu masih inget juga, itu awal pertama kali nyobain naik pesawat gitu” terang Tiko.
Lebih jauh Tiko bercerita, setelah dia naik kelas V, papa dan mama Tiko bertengkar hebat. Bahkan, Tiko mengatakan bahwa pertengkaran antara kedua orang tuanya hingga beradu fisik. Setelah pertengkaran itu, ketika dia di kelas 6 SD, orang tua Tiko resmi berpisah.
Baca Juga: Bahas Aturan Sosialisasi dan Kampanye Pemilu 2024, KPU Libatkan Dewan Pers hingga Bawaslu
"Itu sampai kelas lima SD gitu, entah karena apa, papa sama mama sering cekcok gitu. Kadang ributnya sampe fisik gitu kan cuma aku enggak tahu permasalahan awalnya karena apa. Sampe akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah, itu aku kelas enam SD gitu," beber Tiko.
Setelah proses percerain kedua orang tuannya, Tiko kemudian diberikan pilihan untuk ikut dengan mamanya atau papanya. Hingga akhirnya Tiko kecil memilih untuk iikut mamanya.
Karena menurut Tiko, dirinya beranggapan jika ikut papanya, yang ia ingat saat itu karena papa Tiko adalah sosok yang galak, yang kerap memarahi Tiko jika dirinya nakal.
“Aku ingat saat pisahnya ditanya mau ikut mama atau papa, aku dulu ikut mama karena taunya papa galak. Waktu itu masih kecil enggak tahu apa-apa. Yang sering kena omelan dari papa jadi ‘ah ikut mama aja papa galak’ gitu,” pungkas Tiko.
Tag
Berita Terkait
-
Di Sindir Pansos Kunjungi Rumah Mewah Tiko, Nathalie Holscher Bawa Banyak Wartawan
-
Sumaryono, Kerabat Herman Mudji Ungkap bahwa Ibu Tiko Tak Siap Hadapi Krisis Keuangan Keluarga
-
Tak Mau Ambil Pusing karena Disebut Bukan Anak Kandung, Tiko: Faktanya Mereka Merawat Aku dengan Kasih Sayang
-
Kerabat Herman Mudji Susanto Beberkan Perpisahan Orang Tua Tiko, Ibu Eny Punya Riwayat Gangguan Jiwa dan Miliki Sifat Buruk
-
Habis Manis Sepah Dibuang! Ayah Tiko Herman Moedji Susanto Ternyata Diusir Ibu Eny Karna Faktor Ekonomi
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?