Dua terduga pelempar bus Persis Solo berhasil polisi amankan, usai memakan korban. Kedua terduga pelempar berdasar data Polda Metro Jaya merupakan oknum suporter dari Persita.
Karo Ops Polda Metro Jaya, AKBP Marsudianto kepada jurnalis, Sabtu (28/1/2023) mengatakan, kalau pihaknya menangkap dua terduga pelempar bus Persis Solo.
Para oknum tersebut masing-masing bernama Heri Khaerudin, asal wilayah Tangerang dan Gilang Romadon asal tinggal di Tangerang.
"Kami amankan pasca peristiwa 17.45 WIB. Sabtu malam (28/1/2023) kami amankan kedua oknum itu," kata AKBP Marsudianto.
Insiden pelemparan bus Persis Solo terjadi di kawasan Jl. Boulevard Diponegoro, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.
"Kedua diduga suporter Persita," katanya.
Atas peristiwa pelemparan bus Persis Solo, satu official mengalami luka. Efek dari pelemparan menggunakan batu, mengakibatkan kaca bus berisi pemain suporter Persis Solo pecah.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tersebut, kedua pelaku terjerat 170 KUHP pengrusakan dan penganiayaan secara bersama-sama.
"Objeknya bus dan pemain dan suporter Persis Solo," ungkap AKBP Marsudianto.
Hasil laga tanding sepak bola antara Persis dan Persita berakhir tanpa gol, kedua klub sepakbola itu bermain di Indomilk Arena Stadium. [*]
Tag
Berita Terkait
-
Polisi Ogah Kabulkan Permintaan Mantan Boss OVO, Pemukul 2 Anak dan Istri di Apartemen
-
Motif Aki Wowon Tersangka Serial Killer Bunuh Istri Ai Maemunah Lantaran Takut
-
Pembunuhan Berantai Aki Wowon Cs Dimulai 2016, Istrinya Halimah di Eksekusi Duloh, Siti Didorong ke Laut
-
Polisi Bongkar Makam Siti, TKW Korban Serial Killer Aki Wowon Cs di Garut untuk di Autopsi
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
53 Kode Redeem FF Terbaru 26 April 2026, Gratis Skin Motor Gintoki dan Granat Justaway
-
Klarifikasi Tanggapi Aksi Demonstrasi di Pematang Siantar: Bukan Bagian BNI
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Di Balik Paket dan Perjuangan: Cerita Kurir Perempuan Menaklukkan Tantangan Lapangan
-
Ulasan Film Kupilih Jalur Langit: Kisah Nyata Viral yang Menguras Air Mata
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Tren Arsitektur Hijau 2026: Material Eco-Friendly Jadi Standar Baru Bangunan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo