/
Selasa, 14 Februari 2023 | 16:01 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD (suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Putusan vonis yang dijatuhkan oleh Ferdy Sambo dan istrinya dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J ramai di perbincangan di masyarakat Indonesia. Pasalnya Hukuman mati menjadi tanda tanya oleh masyarakat

Menkopolhukam Mahfud MD menyatakan pendapatnya bahwa putusan hakim yang menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Ferdy Sambo dan hukuman penjara 20 tahun untuk Putri Candrawathi sudah tepat.

Hal itu ditertuang di unggahan akun instagram @lambegosiip yang memperlihatkan cuplikan video singkat Mahfud MD yang dibagikan kembali oleh akun tersebut pada Selasa (14/2/2023).

Menurut Mahfud MD, hukuman mati adalah ancaman maksimal untuk pembunuhan berencana. Hukuman tersebut juga tidak bisa dikurangi karena tidak ada hal yang bisa meringankan Ferdy Sambo di persidangan.

"Vonis untuk Sambo itu sudah tepat. Karena ancaman maksimal untuk pembunuhan berencana itu memang hukuman mati dan hukuman mati itu tidak bisa dikurangi karena berdasar fakta persidangan tidak ada satu pun yang meringankan," terang Mahfud MD.

Menkopolhukam menambahkan bahwa hukuman bisa saja dikurangi jika ada sikap yang meringankan di persidangan. Faktanya, hakim tidak melihat sikap seperti itu.

"Hukuman dikurangi dari maksimal itu kalau ada sikap-sikap yang meringankan, ini kan tidak menurut temuan hakim di fakta persidangan, jadi hukuman mati naik," tambah Mahfud MD.

Di sisi lain, Mahfud MD juga menilai jika hukuman yang dijatuhkan kepada Putri Candrawathi sudah sesuai. 

Mahfud MD menyebut jika Putri Candrawathi sebagai penyerta dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Oleh karena itu, sangat wajar jika hakim memberikan vonis 20 tahun penjara.

Baca Juga: Kuat Maruf Beri Salam Metal ke Jaksa Usai Divonis Hukuman 15 Tahun Penjara

"Karena Putri itu kan didakwa Pasal 340 juga. Dengan Pasal 55 Ayat 1, pembunuhan berencana sebagai penyerta, sebagai orang yang ikut serta. Nah karena dia ikut serta, ya wajar kalau 20 tahun," jelas Mahfud MD.

Publik pun menanggapi tanggapan Mahfud MD dengan berkomentar di unggahan tersebut dengan harapan hukum benar-benar akan ditegakkan sesuai aturan yang berlaku.

"Asal jangan berubah lagi, biasanya kalau ditunda ada aja alasan buat lolos. Karena kelakuan baik, ya biar bisa bebas," tulis akun @f*********

"Apalagi berencana Sekompi. Kawal sampe hukuman mentok. Jangan berubah," tambah @m***_*********

Load More