Serang.Suara - Ayah David Ozora, Jonathan Latumahina, baru-baru ini mengkritik perlakuan terhadap Mario Dandy Satriyo selama penahannya oleh kepolisian. Kritik tersebut terlihat dalam cuitan Jonathan Latumahina di akun Twitter pribadinya, dilansir Sabtu (27/5/2023)
Dalam postingan ayah David, ia mengomentari kemudahan yang dimiliki Mario Dandy Satriyo dalam melepas dan memasang borgol di tangannya.
Jonathan Latumahina menyoroti fakta bahwa borgol yang digunakan hanya terbuat dari kabel ties. Melihat visual potret Mario Dandy tersangka penganiayaan David Ozora, tampak putra Rafael Alun Trisambodo tidak mengenakan baju oranye.
Selain itu, Mario Dandy Satriyo juga tertangkap kamera jurnalis saat membuka dan memasang kembali kabel ties di tangannya. Ekspresi wajah pelaku terlihat santai dan tidak menunjukkan penyesalan yang sebenarnya.
Meskipun pacar AG telah meminta maaf, namun Jonathan Latumahina merasa bahwa ekspresi yang ditunjukkan tidak mencerminkan rasa penyesalan yang sejati.
Hal ini kemudian membuatnya menyindir perlakuan istimewa yang diterima oleh pelaku penganiayaan terhadap anaknya.
Jonathan Latumahina menyebutkan bahwa jika Mario Dandy Satriyo bisa dengan mudah melepas dan memasang kabel ties, maka pelaku juga mungkin dengan mudah keluar masuk sel penjara.
"Bisa memasang dan melepas kabel ties sendiri, mungkin juga bisa keluar masuk sel sendiri nih," kutip cuitan Jonathan Latumahina.
"Nanti ada hukum yang tidak seperti hukum di negeri ini yang akan diberlakukan kepada pelaku ini, tunggu saja," ungkapnya.
Diketahui bahwa Jonathan Latumahina juga merasa marah ketika kondisi David dijadikan faktor penentu dalam hukuman bagi pelaku.
Jika kondisi David sudah membaik, maka itu akan berarti Mario Dandy Satriyo juga akan mendapatkan keringanan hukuman.
Media Kontak: Suara.com
Kontributor: Kariadil Harefa
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
Maut di Sumberpucung Malang: Pengendara Motor Tewas Tertimpa Truk Tetes Tebu
-
Cedera Cristian Romero Bikin Argentina Cemas Menjelang Babak Gugur Piala Dunia 2026
-
Cara Mengatasi Pompa Air Bunyi Cetak-Cetek agar Tak Boros Listrik
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Mahasiswi Stikes PHI Bekasi Asal Ketapang Meninggal Dunia, Keluarga Minta Kematian Diusut Tuntas
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Gugat Cerai Brian Siawarta, Rafaela Rahardja Sebut Sang Suami Sudah Mundur dari Pendeta Sejak Lama