Serang Suara - Berita Teddy Minahasa dan Ferdy Sambo yang menerima hukuman dan jalani sidang kode etik, membuat publik geram terhadap Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo.
Inilah profil Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan biodata Brigjen Pol Prasetijo Utomo, yang membuat riuh para jenderal dan netizen. Lantaran urung jalani sidang kode etik profesi Polri.
Berikut Biodata atau Profil Keduanya
Profil Irjen Pol Napoleon Bonaparte
Irjen Pol Napoleon Bonaparte adalah seorang perwira tinggi Polri yang lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1988. Ia pernah menjabat sebagai Kabihubinter Polri dan Analis Kebijakan Utama Itwasum Polri pada periode 2020.
Namun, Napoleon terlibat dalam kasus suap yang dilakukan oleh Djoko Tjandra, dan akibatnya ia dijatuhi hukuman pencopotan jabatan. Djoko Tjandra sendiri telah masuk daftar buronan Polri dan mendapat red notice interpol sejak tahun 2009.
Namun, dengan bantuan Napoleon, nama Djoko Tjandra tiba-tiba hilang dari daftar red notice. Napoleon juga diduga menghapus nama Djoko Tjandra dari daftar pencarian orang (DPO) yang diajukan kepada Interpol.
Belakangan, terungkap bahwa Djoko Tjandra memberikan suap kepada Napoleon sebesar Rp 7,2 miliar. Keterlibatan Napoleon dalam kasus tersebut akhirnya membuatnya dicekal dan dihukum empat tahun penjara.
Selain itu, Napoleon juga dijatuhi denda sebesar Rp 100 juta dan subsider enam bulan kurungan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 10 Maret 2021.
Meskipun telah ditahan, hingga saat ini Napoleon belum menjalani sidang kode etik sesuai prosedur yang seharusnya.
Baca Juga: Hukuman Teddy Minahasa dan Ferdy Sambo Membuat Riuh Para Jenderal Polri
Biodata Brigjen Pol Prasetijo Utomo Profile
Kasus Djoko Tjandra tidak hanya melibatkan Napoleon, tetapi juga Brigjen Pol Prasetijo Utomo. Nama Prasetijo Utomo muncul sebagai jenderal yang mengeluarkan surat jalan palsu Djoko Tjandra dari Jakarta menuju Kalimantan saat Djoko Tjandra masih menjadi buronan.
Pada tahun 2020, saat membantu Djoko Tjandra, Prasetijo masih menjabat sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri.
Surat palsu yang dikeluarkan oleh Prasetijo membuat Djoko Tjandra berhasil lolos dari pengawasan Polri terkait statusnya sebagai buron. Selain itu, Prasetijo juga terbukti menerima suap dari Djoko Tjandra sebesar 100 ribu dolar AS atau setara dengan Rp 1,5 miliar.
Akibat perbuatannya, Prasetijo divonis hukuman penjara selama 3,5 tahun pada tahun 2021.
Prasetijo Utomo sendiri merupakan lulusan Akademi Kepolisian pada tahun 1991 dan memiliki pengalaman di bidang reserse.
Ia pernah bekerja dengan Napoleon ketika Napoleon masih menjabat sebagai Kabagkominter Set NCB Interpol Indonesia Divisi Hubungan Internasional Polri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Prabowo Geram! Mobil Dinas Kepala Daerah Rp8 Miliar, Padahal Jembatan Desa Ambruk
-
MUI: Muslim Wajib Jaga Keheningan Saat Umat Hindu Rayakan Nyepi
-
Sambut Idulfitri, PLN Group Berbagi Santunan untuk Anak Yatim Hingga Santri di Banggai
-
Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik
-
Info Lokasi Salat Idul Fitri Muhammadiyah di Kota Besar Sumsel: Prabumulih, Lubuklinggau, Pagar Alam
-
Sinopsis Nightmare Bikin Merinding, Kim Nam Gil dan Lee Yoo Mi Hukum Penjahat Lewat Mimpi Neraka
-
Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal
-
Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang
-
10 Pelanggaran Berat Anwar Sanjaya yang Dinilai Nodai Kesucian Ramadan
-
Kuda Lumping Diplomasi: Misi Jakarta Merayu Pawang di Panggung Board of Peace