/
Selasa, 18 Juli 2023 | 21:00 WIB
Eksponen Golkar menyampaikan usulan untuk menggelar munas menggantikan Airlangga Hartarto (Suara.com/Novian)

Serang.suara.com - Partai Golkar saat ini tengah digoyang isu Munaslub, sejumlah kader di daerah mengaku solid mendukung Airlangga Hartarto sebagai Ketum Partai Golkar.

Sementara di sisi lain Airlangga Hartarto mangkir dari panggilan Kejagung RI atas dugaan kasus korupsi ekspor minyak goreng yang melibatkan tiga perusahaan sebagai tersangka dan lima terdakwa.

Rumor Munaslub Golkar 2023 membuat Dewan Etik Partai Golkar memanggil salah satu politikus senior partai Beringin tersebut guna melakukan klarifikasi. Sosok itu adalah Lawrence TP Siburian merupakan Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri (Soksi).

Kabarnya Lawrence TP Siburian menginginkan agar Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dicopot dari jabatannya. Isu melengserkan Airlangga seiring dengan pemanggilan kedua terhadap Menko Perekonomian sekarang, setelah pemanggilan pertama dari Kejagung RI tidak ia indahkan.

Kendati demikian, belum ada alasan kenapa Airlangga mangkir dari panggilan Kejaksaan Agung pada saat itu. Sementara Senin kemarin, Lawrence TP Siburian memenuhi panggilan Dewan Etik Golkar. Sayangnya, saat  berada di lokasi tidak memberikan tanggapan detail saat dimintai keterangan oleh beberapa jurnalis di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Senin (17/7/2023).

"Setelah acara ya, saya juga enggak tahu ada undangan klarifikasi," ujar Lawrence lalu meninggalkan para jurnalis di gedung kantor itu.

Munculnya rumor Munaslub Partai Golkar 2023 setelah beberapa para politisi senior Partai Golongan Karya serta para eksponen pendiri partai politik berkumpul di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (12/7/2023).

Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto (sumber: Suara.com/Bagaskara)

Pertemuan 10 kader partai politik yang digagas Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri (Soksi) Lawrence TP Siburian bersama Anggota Dewan Pakar Golkar Ridwan Hisjam, dan politikus senior Golkar Zainal Bintang menyatakan sikap.

Mereka menilai arah Golkar untuk Pemilu 2024 tidak jelas. Walau saat ini cuma Partai Amanat Nasional (PAN) yang berkoalisi dengan partai yang dipimpin Airlangga, tapi tetap saja akan kalah.

Baca Juga: Isu Munaslub Golkar Berhembus Kencang, Christiany Eugenia Paruntu: Partai Golkar Sulut Solid

"Secara elektabilitas Golkar saat ini 14 persen dan PAN 7 persen, kalau diakumulasi cuma 21 persen. Jika digabungkan kekuatan pasti kalah sejuta persen kalah," ucap Lawrence TP Siburian.

Mereka pun menyayangkan tentang kesepakatan saat Rakernas Golkar untuk mendukung Airlangga Hartarto sebagai bakal calon presiden. Hanya saja pergerakan untuk melaksanakan rencana itu stagnan.

Lantas para kader Golkar itu pun mendesak agar Airlangga Hartarto dicopot dari jabatannya sebagai Ketum Partai Golkar, dengan melakukan Rapimnas dan Munaslub.

"Ini demi merawat, menjaga kebersamaan serta kemajuan Partai Golkar," ungkapnya, yang kemudian jadi alasan untuk menggantikan Airlangga sebagai Ketum Golkar. [*]

Load More