Serang.suara.com - Mulai 1 September 2023, Bank Indonesia (BI) telah menetapkan kebijakan untuk menggratiskan biaya Merchant Discount Rate (MDR) QRIS bagi pelaku usaha mikro pada transaksi dengan nominal di bawah Rp100.000. Selain itu, BI juga menetapkan MDR sebesar 0,3% untuk transaksi di atas Rp100.000.
Keputusan ini diumumkan oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG), 25 Juli 2023.
Kebijakan baru ini bertujuan untuk mendorong inklusi ekonomi dan keuangan digital, serta meningkatkan adopsi QRIS sebagai metode pembayaran yang lebih efisien dan praktis.
"Pelaku usaha mikro akan mendapatkan manfaat langsung dengan penghapusan biaya MDR pada transaksi dengan nominal di bawah Rp100.000, yang secara efektif membuat transaksi-transaksi ini menjadi gratis," kata Perry Warjiyo.
Sementara itu, untuk transaksi di atas Rp100.000, MDR tetap dikenakan sebesar 0,3 persen. Kebijakan ini memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha dan industri untuk mempersiapkan sistem pembayaran mereka sebelum berlakunya kebijakan baru ini.
Gubernur Perry juga menyatakan bahwa BI akan memperluas layanan QRIS melalui fitur TUNTAS, yang mencakup tarik tunai, transfer, dan setor tunai. Selain itu, ada juga rencana untuk mengadakan kerja sama QRIS dengan negara lain, yang akan semakin meningkatkan daya guna dan manfaat dari sistem pembayaran ini.
Pada kesempatan yang sama, Perry mengumumkan bahwa Bank Indonesia akan menyelenggarakan pekan QRIS nasional dan festival rupiah berdaulat Indonesia dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Acara tersebut diharapkan akan semakin mempopulerkan QRIS dan mendorong partisipasi masyarakat dalam menerapkan metode pembayaran digital ini.
Penguatan Transaksi Digital di Indonesia pada Triwulan II-2023
Bank Indonesia terus mendorong perkembangan dan penguatan sistem pembayaran digital di Indonesia melalui berbagai inisiatif, termasuk penyelenggaraan Pekan QRIS Nasional dan Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) dalam rangka merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain fokus pada QRIS, BI juga mengamati pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital secara keseluruhan di Indonesia yang menunjukkan tren positif.
Berikut adalah ringkasan nilai transaksi Uang Elektronik (UE) dan transaksi digital banking pada triwulan II-2023 beserta persentase pertumbuhannya:
Data di atas menunjukkan bahwa nilai transaksi Uang Elektronik (UE) pada triwulan II-2023 meningkat sebesar 14,82 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai total sebesar Rp111,35 triliun. Selain itu, nilai transaksi digital banking juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 11,6 persen YoY, mencapai angka Rp13.827 triliun.
Tren pertumbuhan positif ini menandakan adopsi masyarakat terhadap layanan pembayaran digital yang semakin kuat dan juga mencerminkan upaya Bank Indonesia dalam mendorong inovasi dan transformasi digital di sektor ekonomi dan keuangan negara. [*]
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Laba SSIA Berbalik Positif Rp262,6 Miliar, Bisnis Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan
-
Viral Pasien BPJS Harus Menunggu 8 Jam di IGD, IDI: RS Tidak Bisa Mendeteksi Emergensi?
-
Singgung Era SBY-Jokowi, Purbaya: Mesin Ekonomi Kita Pincang 20 Tahun Terakhir
-
2 Raksasa Maskapai Penerbangan Mulai Goyang karena Perang AS-Iran dan BBM Naik
-
Harga Pangan Kompak Turun, Cabai Anjlok hingga 43%, Daging dan Minyak Goreng Ikut Melemah
-
Cara Cek Data Siswa Penerima PIP 2026, Mudah Lewat SIPINTAR Pakai NISN dan NIK
-
Pasien Menunggu 8 Jam di IGD Jadi Alarm Perbaikan Layanan Rumah Sakit
-
Inovasi Online Dashcam Dekkalive Trio Beri Kemudahan Pantau Kondisi Kendaraan Secara Langsung
-
Ekonomi RI Tumbuh 5,29% pada Kuartal II 2026, Konsumsi hingga Investasi Jadi Motor Utama
-
Indeks CFX10 Naik Tipis, Harga Enthereum Merosot