/
Rabu, 02 Agustus 2023 | 07:07 WIB
Pengamat Politik, Rocky Gerung. (Suara.com/Bagaskara)

Sejumlah orang yang tergabung dalam Relawan Indonesia Bersatu pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (31/7/2023), menyambangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan akademisi Rocky Gerung. Mereka melaporkan Rocky yang dianggap telah menghina kepala negara dengan menyebut 'Bajingan Tolol'

Pernyataan Rocky itu viral setelah Ketua Cyber Indonesia Muannas Alaidid mengunggah ke akun media sosial miliknya. Isi lengkap perkataan Rocky Gerung pun ramai menjadi pembicaraan banyak orang. 

Rocky yang mengisi sebuah acara terlihat menggebu-gebu melemparkan kritik pada Jokowi.

"Begitu Jokowi kehilangan kekuasaanya dia jadi rakyat biasa, enggak ada yang peduli nanti. Tetapi Jokowi ambisi Jokowi adalah mempertahankan legacy-nya," kata Rocky Gerung seperti yang dikutip dari video unggahan tersebut.

"Dia menawarkan IKN, mondar-mandir ke koalisi, untuk mencari kejelasan nasibnya, dia mikirin nasibnya bukan nasib kita, itu bajingan yang tolol, sekaligus bajingan pengecut," imbuhnya.

Muannas Alaidid pun langsung menyundul pernyataan tak pantas Rocky Gerung tersebut dengan mentandai akun Humas Polri.

"Boleh ya bilang presiden kita; bajingan tolol @DivHumas_Polri," tulis Muannas Alaidid.

Dari video yang sama pula lah para pendukung Jokowi, Relawan Indonesia Bersatu melaporkan Rocky Gerung ke polisi. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/4459/VII/2023/SPKT POLDA METRO JAYA tanggal 31 Juli 2023. Ini merupakan laporan kedua di hari yang sama setelah relawan Jokowi lain sekaligus ketua Barikade 98 Benny Rhamdani juga melaporkan Rocky Gerung dengan tuduhan yang sama namun ditolak. 

PDI Perjuangan sebagai partai yang menjadi tempat Jokowi berpolitik pun turut geram dan mengecam pernyataan Rocky Gerung tersebut. Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mendesak Rocky untuk meminta maaf atas tindakannya menghina presiden. 

Baca Juga: 48 Jam Menjelajahi Kota Serang, Banten: Lengkap Rute dan Tempat Wisata

"Apa yang dilakukan Saudara Rocky Gerung sudah masuk delik penghinaan terhadap presiden, dan tidak bisa lagi dikategorikan sebagai kritik, dan bahkan sudah masuk ke kategori ujaran kebencian. PDI Perjuangan memprotes keras dan meminta Rocky Gerung untuk meminta maaf,” ujar Hasto seusai rapat konsolidasi di Sekolah Partai PDIP. 

Di tempat terpisah Rocky Gerung menepis pernyataannya sebagai bentuk penghinaan kepada presiden secara personal. Dia hanya mengkritik presiden sesuai fungsi dari jabatan tersebut.

Beredar luasnya video itu pun membuat warganet tak kalah heboh menyikapi pernyataan dari seorang Rocky Gerung.

"Menghina presiden sama aja menghina rakyat yang memilihnya," ujar seorang warganet.

"Yang dia sebut bajingan tolol tetap bekerja untuk kebaikan negara, sementara orang yang nyebut bajingan tolol lagi jadi pecundang bagi negeri," tambah lainnya.

"Harus ditangkap nih orang d***u ini @DivHumas_Polri," tulis warganet di kolom komentar.

Load More