Suara Serang - Dalam artikel ini berisi tentang tips BI Cheking, yang mana saat ini perusahaan mulai cek akun yang tidak bermasalah, termasuk kamu.
Karyawan baru maupun baru di suatu perusahaan akan melakukan pengecekan akun BI Cheking.
Nah, agar BI Checking kamu tidak bermasalah, sobat bisa menerapkan langkah dengan mengikuti panduan cek di bawah ini.
Apa Itu BI Cheking?
BI Checking adalah sekumpulan data yang dikumpulkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan penilaian terhadap skor kredit setiap individu.
Penyebab dari catatan buruk dalam BI Checking dapat bervariasi, tetapi secara umum, terdapat rentang skor dari 1 hingga 5.
Masalah BI Cheking
Semakin tinggi skornya, semakin buruk pula catatan tersebut. Jika skor kamu berada dalam rentang 3 hingga 5, kemungkinan besar bank akan menolak permohonan kredit.
Rentang skor ini mencerminkan sejauh mana setiap individu mematuhi kewajiban membayar cicilan.
Baca Juga: 6 Tips Cara Memilih Skincare Anti Polusi Udara untuk Antioksidan
Penjelasan
Dalam situs web CIMB Niaga, dijelaskan bahwa BI Checking merupakan Informasi Debitur Individual (IDI) Historis yang mencatat sejarah pembayaran kredit, baik yang lancar maupun macet (kolektibilitas).
BI Checking dahulunya adalah salah satu layanan yang ada di dalam Sistem Informasi Debitur (SID), di mana informasi mengenai riwayat kredit nasabah dibagikan di antara berbagai bank dan lembaga keuangan.
- Skor 5: Kredit Macet, ini berarti debitur telah mengabaikan pembayaran cicilan kredit selama lebih dari 180 hari.
- Skor 4: Kredit Diragukan, artinya debitur telah mengabaikan pembayaran cicilan kredit selama 121-180 hari.
- Skor 3: Kredit Tidak Lancar, ini menunjukkan bahwa debitur telah mengabaikan pembayaran cicilan kredit selama 91-120 hari.
- Skor 2 menandakan Kredit Dalam Perhatian Khusus (DPK), yaitu debitur telah mengabaikan pembayaran cicilan kredit selama 1-90 hari.
- Adapun skor 1 menunjukkan Kredit Lancar, artinya debitur secara konsisten memenuhi kewajiban membayar cicilan setiap bulan beserta bunganya hingga lunas tanpa ada keterlambatan.
Beberapa tips agar BI Checking tidak menjadi masalah, salah satunya dengan menghindari keterlambatan pembayaran utang.
Jika memungkinkan, sebaiknya hindari pengambilan utang yang bersifat konsumtif, baik itu melalui lembaga keuangan konvensional, koperasi, atau layanan paylater, terutama jika tujuannya hanya untuk memenuhi hasrat berbelanja.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!