/
Jum'at, 16 September 2022 | 17:56 WIB
Ilustrasi sosok Bjorka. (Suara.com/Rochmat)

SuaraSoreang.id - Aksi seorang hacker yang menamakan dirinya sebagai Bjorka geger akhir-akhir ini.

Seperti diketahui, Bjorka membuka data pejabat-pejabat tinggi pemerintah Indonesia. Selain itu, dia juga mengklaim membuka rahasia Presiden Jokowi dan Badan Inteligen Negara (BIN).

Pemerintah pusat tentu tak hanya diam mendapati kejadian ini. Strategi untuk penangkapan Bjorka dikerahkan.

Kabar terkini beredar jika Bjorka telah ditangkap oleh pihak kepolisian. Dia adalah tukang es asal Madiun, Jawa Timur.

Namun, penjual es tersebut ternyata bukan Bjorka, setelah Bjorka memberi klarifikasi jika bukan dirinya lah yang tertangkap.

Penjual es itu bernama Muhammad Agung Hidayatullah alias MAH (21). Meski dia ternyata bukan sosok Bjorka, tetapi dia membantu gerakan Bjorka.

Kemudian, tim khusus (Timsus) bentukan pemerintah akhirnya menetapkan status tesangka padanya atas kasus tersebut.

Penetapan tersangka itu lantaran dia turut membantu sang hacker untuk memfasilitasi akun Telegram @bjorkanism.

Meski sudah ditetapkan menjadi tersangka, MAH tak ditahan.

Baca Juga: Persib Menang Telak 5-2 atas Barito Putera pada Lanjutan Liga 1

Juru bicara Divisi Humas Mabes Polri Kombes Ade Yahya Suryana menjelaskan, tidak ditangkapnya tersangka lantaran dinilai kooperatif.

"Tidak dilakukan penahanan (pada MAH) karena kooperatif," ucap Ade, dilansir dari Suara.com, Jumat (16/9/2022).

Sementara itu, lanjutnya, penyidik tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada tersangka MAH.

"Timsus lagi menjalani lebih lanjut. Untuk updatenya ditunggu," ucap Ade.

sumber: suara.com

Load More