SuaraSoreang.id - Teka-teki kasus pembunuhan Brigadir J masih tak kunjung menemui titik terang.
Diketahu ditemukan pula sebuah peluru tak bertuan di tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat, alias Brigadir J.
Hingga kini, setidaknya ada tiga jenis peluru yang ditemukan oleh tim penyidik. Padahal hanya ada dua jenis senjata yang berhasil ditemukan, yakni senjata jenis Glock-17 dan HS.
Tiga jenis peluru yang ditemukan tim penyidik, antara lain enam peluru berkode pin 9 CA, 14 peluru berkode S&B, dan yang terbaru satu peluru berkode LZ Luger 9mm.
Peluru dengan kode LZ Luger 9mm tersebut, diduga berasal dari pistol antik Luger yang harganya bisa mencapai miliaran rupiah.
Pistol antik Luzer, diketahui bukanlah pistol biasa. Jenis pistol tersebut pertama kali muncul pada awal tahun 1900-an.
Pistol jenis ini sering digunakan oleh angkatan laut Kekaisaran Jerman pada tahun 1904. Pada tahun yang sama, pistol yang dijuluki Parabellum-Pistole ini diperkenalkan sebagai pistol organik Kekaisaran Jerman serta selalu digunakan oleh Perwira NAZI.
Mengutip laman Fortyfive, film Wall Street menyebutkan pisto luger sebagai pistol mahal dan langka, dan peluru Luger 9mm sudah diproduksi dan digunakan sebagai pengganti untuk versi kaliber 45 yang sangat langka.
Salah satu dari jenis pistol Luger pernah terjual seharga 1 juta dolar, atau setara Rp14,9 miliar pada tahun 1989, sehingga pistol tersebut mendapat julukan sebagai "Pistol Satu Juta Dolar".
Baca Juga: Siapa Afi Nihaya? Dulu Diundang Presiden Jokowi, Kini Viral di Akun Alter Syur
Tetapi pada tahun 2010, pistol tersebut dijual lagi dengan harga di bawahnya, yakni 494,5 juta dolar atau sekitar Rp7,9 miliar.
Terkait penemuan peluru dari pistol tersebut, kuasa hukum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menduga bahwa senjata tersebut merupakan senjata milik ayah Ferdy Sambo.
"Jadi orang-orang yang punya koleksi senjata seperti itu tentu adalah yang berlatar belakang yang sudah sejak dulu menguasi persenjataan," ungkap Kamaruddin dalam wawancara Kompas TV, dikutip dari Suara.com.
"Ayah Ferdy Sambo, itu kan pensiunan terakhir adalah mayor jenderal, jadi kemukinan besar dia bisa mengoleksi senjata kuno," tambahnya.
Sumber: Suara.com
Tag
Berita Terkait
-
Beli Jabatan Rp2,5 M ke Ferdy Sambo, Ada Mafia di Belakangnya?
-
Tak Kunjung Terang, Irma Hutabarat Senggol Presiden Jokowi Terkait Kasus Pembunuhan Brigadir J
-
Ferdy Sambo Tak Akan Hadiri Sidang Banding Putusan Pemecatan yang Digelar Hari Ini
-
Pengacara Brigadir J Menyesalkan Sikap Presiden Jokowi, Hingga Beri Pesan Terkait Pilpres 2024
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak