SuaraSoreang.id – Gabungan massa petani, buruh, serta mahasiswa menggelar aksi Hari Tani Nasional, Selasa (27/9/2022) di depan Gedung Sate, Bandung.
Massa aksi yang tergabung dalam Komite Bersama Aksi Hari Tani Nasional ini menyuarakan isu-isu dan permasalahan pokok yang dihadapi para petani di Indonesia.
Koordinator komite bersama Aksi Hari Tani Nasional, Aji Gunawan menjelaskan kritiknya pada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai kurang pro rakyat.
“Sejatinya Rezim Jokowi hari adalah implementasi dikte dari kepentingan kapitalis monopoli global yaitu pimpinan Amerika Serikat,” ujar Aji pada SuaraSoreang.id, Selasa (27/9/2022).
Aji juga menyebutkan bentuk akibat dari kebijakan Presiden Jokowi hasil diktean kepentingan kapitalis yang dimaksudnya.
"Dengan bentuk pelimpahan beban krisis dari negeri imperialis dilimpahkannya beban tersebut terhadap negeri kita Indonesia. Sehingga Rezim Jokowi merupakan kaki tangan atas kebijakan luar negeri tersebut yang terimplementasi dalam negeri," jelas Aji.
Selain itu, Aji juga menyinggung masalah pokok yang dialami oleh para petani, seperti monopoli dan perampasan tanah yang kini kian masif ditengah situasi pelik seperti ini.
Meski Presiden Jokowi telah menerbitkan program reforma agraria, Aji menilai jika program itu palsu dan tidak menjawab permasalahan pokok rakyat.
"Kebijakan Rezim Jokowi yang mengarusutamakan reforma agraria palsu-nya yang hanya bagi-bagi sertifikasi tanah dan itupun terhubung dengan Bank, tanpa menjawab masalah pokok-nya atas krisis kronis di pedesaan yang masih eksisnya tuan tanah negara," ujar dia.
Baca Juga: Kasus KDRT Lesti Kejora oleh Rizky Billar, sudah Ditangani Polisi
Aji menyebutkan tuan tanah yang menjadi masalah bagi masyarakat. Bahkan, Aji menilai pemerintah terus mendukungnya dengan kebijakan Omnibus Law Cipta Kerja.
"Korporasi asing dan tuan besar yang masih diawetkan dengan hadirnya Omnibuslaw cipta kerja," kata dia.
Menurutnya, hingga kini petani seakan kurang dilirik dan diberi kepastian hidup.
“Rakyat saat ini, seakan-akan tidak memiliki kepastian yang jelas atas kedaulatan di atas tanahnya sendiri, masih terombang-ambing atas kepastian hidup yang tak menentu,” ujar dia.
Selain itu, Komite Bersama Aksi Hari Tani Nasional juga menanggapi soal kenaikan harga BBM yang dinilai menyengsarakan rakyat.
"Batalkan kenaikan BBM," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai