SuaraSoreang.id – Tragedi Kanjuruhan menjadi luka mendalam bagi bangsa Indonesia. Kericuhan pasca pertandingan Arema FC Vs Persebaya pada Sabtu (1/10/2022) malam itu menewaskan ratusan orang.
Siapa yang harus disalahkan dalam tragedi ini?
Dipicu kekalahan tim Arema FC dalam melawan Persebaya, penonton kecewa diduga menyerang lapangan ke arah pemain dan ofisial.
Kejadian ini membuat pihak aparat membabi buta menembakkan gas air mata ke arah tribun yang berisi ribuan penonton.
Sebanyak 40 ribuan di stadion dengan kondisi itu suasana menjadi semakin sesak. Ribuan orang berebut pintu keluar untuk menghindari pedasnya gas air mata yang menyiksa.
Sambil memejamkan mata karena perih, satu-satunya hasrat tubuh yang dituju adalah keluar dari ruang yang menyiksa itu.
Namun, ribuan orang harus berebut pintu keluar yang berukuran kecil itu demi menghindari serangan polisi.
Nahas, di pintu keluar itu dengan ribuan mata yang tertutup demi terhindar pedihnya gas air mata, puluhan manusia terinjak, puluhan manusia kehilangan oksigen. Akhirnya, mereka dinyatakan kehilangan nyawa.
Atas kejadian ini, banyak pihak menyalahkan polisi akibat tindakan menembakkan gas air mata ke arah tribun.
Pernyataan ini berbeda dengan salah satu selebriti fenomenal ini. Nikita Mirzani minta jangan menyalahkan polisi.
Baca Juga: Baim dan Paula Bikin Konten Ngeprank Polisi Soal KDRT, Berakhir di Meja Hijau?
“Kalian jangan nyalahin aparatur negara (polisi). Gue nggak belain aparatur negara ini. Aparatur negara itu yang ngejagain stadion bola di Malang itu tidak sebanyak supporter yang datang untuk ngesuport klub masing-masing,” ujar Nikita Mirzani dalam sebuah video yang diunggah Youtube Mommi Cantik, Senin (3/10/2022).
Menurutnya, jumlah polisi yang menjaga tidak sebanding dengan jumlah suporter yang mencapai 45 ribu lebih, ditambah anak-anak kecil.
“Nah gue bingungnya, lu mau nonton bola kenapa lu bawa anak kecil. Kenapa, kenapa, ih gue sedih banget gue kalau lihat anak kecil meninggal begitu, gue sedih banget,” ujar Nikita Mirzani
Dia mengatakan jika tindakan polisi yang menembakkan gas air mata itu sudah benar. Lantaran akibat kericuhan yang terjadi para suporter yang turun ke lapangan.
“Coba kalian gak loncat ke lapangan, dari satu yang loncat dari 1 jadi 2, dari 2 yang loncat jadi 100, dari 100 yang loncat jadi seribu, ingat ya, itu stadionnya ada 45 ribu penonton yang kapastitasnya udah keterlaluan harusnya gak boleh segitu,” ucapnya.
Selain itu, Nikita juga mempertanyakan kepada penyelenggara pertandingan Arema FC Vs Persebaya Surabaya soal penjualan tiket yang diluar kapasitas.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Detik-Detik Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Hancur di Kalimantan Barat
-
Sicario: Day of the Soldado, Perang Kartel yang Tanpa Ampun, Malam Ini di Trans TV
-
Wali Kota Samarinda Minta Pemprov Kaltim Tunda Redistribusi BPJS 49 Ribu Warga
-
Bahlil Lapor ke Prabowo, Pasokan Minyak Rusia untuk RI Masuk Tahap Akhir
-
Uang Rakyat Kembali! Kejati Lampung Sita Rp7,8 Miliar dari Koruptor Tol Terpeka
-
Ribuan Merek Tekstil Global Ramaikan Indo Intertex 2026 di JIExpo Kemayoran
-
Penampakan Duit Rp11 Miliar yang Disita Kejagung dari Kantor Produser Film Agung Winarno
-
BGN Prioritaskan Motor Listrik untuk Wilayah Terpencil
-
Duel Maut Lawan Beruang: Petani Karet di OKU Luka Parah hingga Dilarikan ke RS
-
Bukan Mencuri, Pengacara Ungkap Fakta di Balik Isu Betrand Peto Ambil Parfum dan Uang Sarwendah