/
Kamis, 06 Oktober 2022 | 06:45 WIB
Dedi Mulyadi dan istrinya, Anne Ratna Mustika (nstagram/@anneratna82)

SuaraSoreang.id-Dedi Mulyadi selain sebagai anggota DPR RI dan mantan Bupati Purwakarta, ia aktif juga sebagai Youtuber.

Konten video yang dibuat, Dedi Mulyadi bagikan lewat kanal Youtube bernama Kang Dedi Mulyadi Channel

Istrinya, yang kini menjabat sebagai Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika juga punya channel Youtube bernama Ambu Anne Channel.

Tak kalah dari Kang Dedi, Ambu Anne juga merekam sejumlah aktivitasnya yang kemudian dipublikasikan lewat video yang diunggah di Youtube. 

Pasangan yang sedang d ambang perceraian ini sama-sama aktif menjadi Youtuber ditengah kesibukannya menjadi pejabat  politik. 

Kanal keduanya juga bukan kanal Youtube yang biasa saja, namun perlu diperhitungkan didunia Youtuber dengan pencapaian jumlah pelanggan dan penayangan yang cukup luar biasa. 

Anne Ratna Mustika merupakan Mojang Purwakarta tahun 1999. Maka tak heran dengan prestasi dan kecerdasannya itu didukung pula dengan penampilan dan wajah yang cantik, menjadi kelebihan saat membuat konten-konten Youtube-nya. 

Dalam video-video yang dia buat untuk Youtube, Ambu Anne tampil dengan pembawaan yang tenang, dan komunikatif. Tidak terlihat canggung.

Sementara Kang Dedi Mulyadi lebih banyak mempublikasikan aktivitas di tengah masyarakat, dengan turun langsung berinteraksi kepada masyarakat.

Baca Juga: Rizky Billar akan Menjalani Proses Pemeriksaan Hari Ini, Terkait Dugaan KDRT

Dengan pembawaan yang luwes dan gaya komunikasi yang blak-blakan saat berinteraksi dengan masyarakat, menjadi ciri khas dan kelebihan tersendiri bai kang Dedi selain sebagai seorang politikus.

Ambu Anne dengan posisinya sebagai Bupati Purwakarta, dia lebih banyak mengunggah aktivitasnya sebagai bupati. Walau dia sering pula mengunggah aktivitas sehari-hari.

Melansir laman Suara Denpasar pada 6 Oktober 2022 yang dikutip dari social blade berikut perbandingan kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel Vs Youtube Ambu Anne Channel.

Channel Youtube Kang Dedi Mulyadi terbilang berumur lebih tua, atau lebih dulu hadir dibandingkan Youtube Ambu Anne Channel. 

Youtube Kang Dedi Mulyadi sudah ada sejak 16 November 2017 saat dia menjadi Bupati Purwakarta, atau lima tahun lalu. Sedankan Youtube Ambu Anne Ratna Mustika baru dibuat 29 September 2021 atau setahun lalu.

Dengan waktu dibuat lebih lama, maka jumlah subscriber Youtube Kang Dedi  pun jauh lebih banyak. Sampai 1 Oktober 2022, jumlah subscribernya sudah mencapai 3,88 juta. Sedangkan Youtube Ambu Anne baru 116 ribu.

Jumlah video yang diupload juga masih kalah jauh. Youtube Kang Dedi Mulyadi sudah 2.388, sedangkan Youtube Ambu Anne hanya 141. 

Bahkan, bila dilihat dari jumlah tayangan juga seperti bumi dan langit. Youtube Kang Dedi sudah mencapai 1 miliar tayangan, sedangkan Ambu Anne baru 7,5 juta.

Bagaimana dengan ranking? Untuk ukuran Indonesia, dengan jumlah subscriber sebanyak itu, Youtube Ambu Anne berada pada peringkat 1.281. Sedangkan Youtube Kang Dedi berada pada peringkat 189.

Untuk perbandingan pendapatan dihitung per 1 Oktober 2022 terhadap kedua channel Youtube suami-istri  antara Kang Dedi vs Ambu Anne yang sedang dirundung prahara rumah tangga ini sebagai berikut:

Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel

- 30 Hari Terakhir :

Tayangan: 32.641.246

Estimasi Pendapatan: USD 8.200 - 130.600 (Rp123 juta – Rp1,95 miliar)

- Estimasi Setahun:

Tayangan: 391.694.952

Estimasi Pendapatan: USD 97.900 - 1,6 juta (Rp1,46 miliar - Rp24 miliar) 
 

Youtube Ambu Anne Channel

- 30 Hari Terakhir:

Tayangan: 239.035

Estimasi Pendapatan: USD 60 - 956 (Rp900 ribu - Rp14 juta)

- Estimasi Setahun:

Tayangan: 2.868.420

Estimasi Pendapatan: USD 717  -  11.500 (Rp10,7 juta – Rp172,5 juta)

Itulaham perbandingan Youtube Kang Dedi Mulyadi dan Youtube Ambu Anne, pasangan yang tengah dalam proses perceraian, setelah Anne Ratna Mustika menggugat cerai Dedi Mulyadi ke Pengadilan Agama Purwakarta pada 19 September 2022 lalu.

Sidang perdana perceraian mereka telah digelar pada Rabu 5 Oktober 2022, dan akan dilanjutkan pada 19 Oktober mendatang.***

Sumber: Suara Denpasar

Load More