Bisnis / Keuangan
Selasa, 28 April 2026 | 08:10 WIB
Proses bongkar muat semen kantong Semen Gresik  di Dermaga Terminal Khusus (Tersus) SIG di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Foto ist.
Baca 10 detik
  • SIG raih 5 sertifikat Platinum Green Label Indonesia untuk lima pabrik utamanya.
  • Semen hijau SIG terbukti lebih rendah karbon hingga 38% dibanding semen konvensional.
  • SIG gunakan teknologi AI dan ekonomi sirkular untuk efisiensi energi serta produksi hijau.

Suara.com - Langkah transformasi hijau PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) semakin tak terbendung. Emiten semen pelat merah ini baru saja memborong lima sertifikat Green Label Indonesia dengan predikat Platinum dari Green Product Council Indonesia (GPCI).

Pencapaian ini kian memperkuat posisi SIG sebagai pemimpin pasar dalam pengembangan bahan bangunan rendah emisi di tanah air.

Adapun lima pabrik SIG yang sukses menyabet predikat tertinggi tersebut meliputi SIG Pabrik Tuban, PT Semen Tonasa (Pabrik Pangkep), serta tiga pabrik di bawah anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), yakni Pabrik Narogong, Pabrik Cilacap, dan Pabrik Lhoknga.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengungkapkan bahwa raihan predikat Platinum ini menjadi suntikan energi baru bagi perseroan untuk terus berinovasi pada produk semen hijau dan turunannya.

"Sertifikat Green Label Indonesia menjadi bukti nyata bahwa produk bahan bangunan yang diproduksi oleh SIG tidak hanya terjamin mutu dan kualitasnya, tetapi juga membantu pelanggan untuk mendapatkan produk yang lebih rendah emisi dan membangun dengan lebih bertanggung jawab," ujar Vita dalam keterangan resminya.

SIG secara konsisten mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis inti perusahaan. Hal ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif strategis, mulai dari praktik pertambangan yang ramah lingkungan, pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar alternatif melalui prinsip ekonomi sirkular, hingga penggunaan energi terbarukan.

Menariknya, SIG juga mulai mengadopsi teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam proses produksinya guna meningkatkan efisiensi energi secara signifikan. Hasilnya, semen hijau SIG kini tercatat mampu menekan emisi karbon hingga 38% lebih rendah dibandingkan dengan semen konvensional (OPC).

Vita menambahkan, melalui inovasi ini, SIG mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih bahan bangunan demi kelestarian lingkungan.

"Semen hijau SIG adalah solusi untuk konstruksi ramah lingkungan yang rendah karbon. Ini adalah buah karya anak bangsa sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian bumi," pungkasnya.

Baca Juga: Bos SIG: Industri Bahan Bangunan RI Sangat Besar, Baru 11% yang Tergarap!

Load More