/
Selasa, 11 Oktober 2022 | 09:45 WIB
Ketua Umum PSSI, Mochamad Irawan alias Iwan Bule (pssi.org)

SuaraSoreang.id - Mantan Ketua Umum PSSI, Agum Gumelar tegaskan Mochamad Iriawan untuk tidak boleh lari dari tanggung jawab atas tragedi kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) lalu.

Menurutnya, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, harus bertanggungjawab atas tragedi Kanjuruhan dengan tidak mundur dari jabatannya sebagai ketua umum PSSI serta segera mengusut tuntas kasus tersebut.

"Tidak mundur adalah bentuk pertanggungjawabannya sebagai ketua umum PSSI. Iriawan mesti menyelesaikan kasus itu sampai tuntas," tegas Agum dikutip dari SuaraSurakarta.id, pada Senin (10/10/2022).

Agum juga menanggapi baik atas kedatangan Iwan Bule ke Malang segera setelah peristiwa tragedi Kanjuruhan terjadi, untuk menemui para korban.

"Itu saya kira juga sebagai bentuk tanggung jawab," katanya.

Selain itu, Agum juga meminta kepada Iwan Bule untuk terus terang dan terbuka dengan menerima segala rekomendasi dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang dipimpin oleh Menko Polhukam, Mahfud MD.

Menurutnya, apapun hasil temuan dan rekomendasi dari TGIPF itu merupakan upaya untuk memperbaiki kondisi sepak bola di Indonesia.

"Jadikan itu masukan dan kemudian dilaksanakan. Siapa pun pasti ingin kompetisi sepak bola di tanah air semakin baik. Kompetisi itu jantungnya sepak bola. Kompetisi yang baik akan menghasilkan tim nasional yang baik pula," papar mantan Menteri Pertahanan tersebut.

Agum kemudian berpesan kepada siapapun yang ingin menjadi ketua umum PSSI selanjutnya, untuk menempuh mekanisme dan prosedur organisasi yang ada.

Baca Juga: TERUNGKAP! Brigadir J Sudah Dilemahkan Sejak di Magelang oleh Putri Candrawathi

"Siapa yang terbaik pasti akan dipilih oleh pemilik suara,'' pungkasnya.

Hingga saat ini, Polri telah menetapkan sebanyak enam orang tersangka dalam kasus tragedi Kanjuruhan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, berdasarkan data hasil temuan tim investigasi dari Polri, jumlah korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan ada sebanyak 131 orang, sementara ratusan lainnya luka-luka.

Sumber: SuaraSurakarta.id

Load More