/
Selasa, 11 Oktober 2022 | 15:48 WIB
ilustrasi hutang saat petang (pixabay)

Sontak Adam dan Dina terkejut, dan mulai merasakan ada yang tidak beres. Mereka mempercepat jalannya. Sampai di depan tenda. Suara sapaan orang itu kembali terdengar.

"Maaf mas, mba," ucapnya.

Adam dan Dinda terkejut, merekapun memberanikan diri menengok ke belakang. Tak diayal ternyata dibelakang mereka berdua ada sesosok pocong yang lagi tiduran nyamping sambil melotot kearah mereka.

Adam dan Dinda refleks lari teriak dan langsung masuk tenda. Keriuhan itu membuat teman-temannya terbangun. Adam dan Dinda menceritakan kejadian horor itu, yang tadinya tiga tenda digelar, akhirnya mereka memutuskan tidur dalam satu tenda.

Singkat cerita, sampailah jam 1 pagi. Mereka prepare kembali untuk menuju puncak. Untungnya selama perjalanan ke puncak Lawu, mereka tidak menemuka kejadian mistis selama perjalanan.

Setelah puas di atas puncak, jam 10 pagi mereka memutuskan untuk turun dari puncak. Suatu ketika ketika diperjalanan turun, Adam menyadari bahwa mereka berjalan cuman 6 orang.

Adam memastikan anggota rombongan itu, dan ternyata Dinda tidak ada. Sontak Adam memutuskan untuk kembali menyusuri jalan sebelumnya mencari Dinda.

Sampai sore menjelang malam Dinda nihil tidak ditemukan. Adam yakin ada kesalahan dari rombongannya yang melanggar pantangan. Adam ingat betul dalam obrolannya semalam bersama Dina, Dinda mengaku bahwa dirinya sedang dalam keadaan haid. Sebuah pantangan bagi seorang perempuan haid dilarang naik ke gunung.

Hari semakin gelap, Adam dan teman-temannya memutuskan untuk turun mencari bantuan. Menjelang tengah malam Adam sampai dibawah kaki gunung.

Baca Juga: Lebih Seram dari Covid-19, Ini 5 Wabah Paling Mematikan di Dunia, 500 Juta Orang Meninggal

Di gerbang pendakian Adam menemui seorang laki-laki yang dikenal kuncen gunung. Adam pun menceritakan semua kejadian yang menimpa mereka di atas gunung, bahwa Dinda hilang.

Kuncen itu menyuruh Adam dan teman-temannya untuk menunggu di rumah warga, sedangkan sang kuncen dan warga setempat akan menjemput Dinda masuk ke hutan tengah malam.

Dan ternyata benar, sebelum subuh Dinda telah dibawa kuncen dari dalam hutan dalam keadaan selamat. Dinda kelihatan linglung. Siang harinya mereka pun diantar pulang ke kota.

Sampai di kota barulah Dinda menceritakan kisah mistis yang ia alami selama terpisah dalam perjalanan turun dari puncak Lawu.

Dinda cerita, ternyata pas saat perjalanan turun itu, ia mengaku pusing, karena pusing Dinda putuskan untuk nunduk bentar. Pas menegadah ia mendapati dua jalur yang berbeda.

Dinda berjalan ke arah yang salah, sampai tibanya ia berada di suatu tempat seperti pasar yang ramai. Dinda masuk ke area itu menyusuri jalan pasar itu.

Load More