/
Jum'at, 14 Oktober 2022 | 11:13 WIB
Lesti Kejora cabut laporan KDRT Rizky Billar (instagram/rizkybillar)

SuaraSoreang.id - Kasus kekerasan dalam rumah tanggad (KDRT) Rizky Billar yang dilaporkan Lesti Kejora beberapa waktu lalu kini menemui babak baru.

Sebelumnya Rizky Billar sempat mangkir dari pemanggilan pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan dengan alasan kesehatan psikis dan lainnya. 

Kemudian Billar inisiatif datang mengajukan diri untuk menjalani pemeriksaan pada Rabu (12/10/2022), meski undangan pemeriksaan seharusnya Kamis (13/10/2022). 

Hingga akhirnya Rizky Billar ditetapkan menjadi tersangka dan ditunjukkan ke publik menggunakan baju tahanan warna oranye, pada Kamis (13/10/2022).

Warganet sempat bersorak-sorai memuji Lesti Kejora yang sudah berani melaporkan KDRT Rizky Billar ke pihak berwajib untuk menyelamatkan dirinya. Sebab, ini akan menjadi contoh yang baik bagi para perempuan yang menerima KDRT untuk segera melapor.

Dalam laporannya, Lesti Kejora mengaku dicekik hingga dibanting Rizky Billar. Bahkan ini bukan yang pertama kalinya, kurang lebih KDRT yang dilakukan Rizky Billar sudah terjadi kurang lebih 10 kali.

Namun, babak baru dimulai pada hari dimana Rizky Billar dipampang ke publik menggunakan baju oranye.

Lesti Kejora tiba-tiba datang ke Polres Metro Jakarta selatan didampingi kuasa hukumnya, Sandy Arifin. Diam-diam, pedangdut itu mencabut laporan KDRT Rizky Billar.

Pencabutan laporan ini dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan.

Baca Juga: Kisah Mistis 5 Stadion Angker di Indonesia, Salah Satunya Bekas Rumah Sakit Jiwa

Zulpan mengungkapkan arti kedatangan Lesti Kejora  yang mengunjungi sang suami usai resmi sitahan di Polres Metro Jakarta Selatan.

Dalam penuturannya, Zulpan mengatakan jika Lesti Kejora mencabut laporan KDRT Rizky Billar.

Meski begitu, Zulpan menjelaskan bahwa Rizky Billar yang sudah ditetapkan menjadi tersangka dipastikan tidak bisa dibebaskan malam ini juga. Sebab, tetap ada mekanisme hukum yang wajib ditempuh.

"Tidak serta-merta demikian kalau dicabut dia dibebaskan malam ini, tidak begitu," kata Zulpan seperti dikutip dari Suara.com, Kamis (13/10/2022).

Dia juga menerangkan bahwa penahanan Rizky Billar sebagai tersangka sudah berdasarkan prosedur hukum yang berlaku.

"Langkah penegakan hukum ini dilakukan atas dasar laporan korban juga. Jadi kita hormati prosedur hukum yang ada. Tidak ada memaksakan, dengan kata memaafkan lalu datang meminta keluar, saya rasa tidak demikian," kata dia.

Selain itu, proses pencabutan laporan juga memiliki mekanisme gelar perkara yang akan dilakukan oleh tim penyidik.

Soal pencabutan laporan itu diterima atau tidaknya akan menjadi keputusan para tim penyidik.

"Ada mekanisme yang harus dilalui dalam prosedur hukum ini. Ada permohonan penangguhan, pencabutan nanti penyidik gelar perkara untuk memutuskan ini layak atau tidak," ujarnya.

Lesti Kejora (sumber: Oke Atmaja/Suara.com)

Warganet Kecewa pada Lesti Kejora

Menanggapi keputusan Lesti Kejora, warganet cukup kecewa soal pencabutan laporan KDRT Rizky Billar yang telah resmi ditahan.

Menurut warganet, Lesti Kejora sebgai public figure seharusnya menjadi contoh yang baik bagi para istri yang menjadi korban KDRT.

"Kalo sampe lesti bener2 cabut laporan kdrt si rizky billar, itu sama aja dg KEMUNDURAN untuk SEMUA KORBAN KDRT. gila lu bisa2 makin banyak yg ciut ngelapor kalo gini. Lesti yg tajir melintir aja bs mundur gimana ibu2 lain yg gk punya power sama sekali? kalau ini bener tolol lu, ujar @myjollfulltime.

"Emang si lesti ini tipikal cewe yang kalo udah bucin jadi tolol banget alias bulol bangsattttttt gua kesel bener dah, mana si billar ini udah jatohin harga diri laki banget masi aja di terima," ujar akun @ianduatiga.

Namun, di sisi lain warganet juga mewajarkan sikap Lesti Kejora yang mencabut laporan tersebut. Sebab, faktanya memang banyak korban kasus KDRT yang justru kembali dan sulit meninggalkan pelaku.

"Orang2 yang menghujat Lesti kayak "Tolol nge-prank, ga bakal dukung lagi ke depannya" mungkin ga ngerti bahwa, di seluruh dunia, korban KDRT memang sulit meninggalkan abuser-nya. Bahkan menurut survei, korban rata-rata kembali ke pelaku 6,3 kali sampai akhirnya bisa benar2 lepas," tulis akun @asanilta.

Load More