- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan ketahanan energi nasional hanya bertahan 21 hari tanpa pasokan impor.
- Pentingnya mencapai swasembada energi nasional untuk mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah saat ini.
- Peningkatan lifting minyak nasional tercapai melalui optimalisasi teknologi dan percepatan pengeboran oleh KKKS seperti Exxon.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menekankan pentingnya untuk mencapai swasembada energi nasional guna menekan ketergantungan terhadap impor.
Dia mengungkap, status ketahanan energi nasional hanya mencapai 21 hari. Menurutnya hal itu akan menjadi persoalan, jika perang terjadi.
"Kita ini punya daya cadangan ketahanan energi, kita cuma 21 hari. Cukup perang, tidak ada kapal yang masuk, 17 hari sudah, Wa Yamnaunal Maun (ayat Al-Qur-an) , lampu semua mati, tinggal batu bara, terkecuali mobil pakai batubara, terkecuali mobil pakai nikel," kata Bahlil, Kamis (12/2/2026).
"Jadi kalau ada perang, enggak usah ada senjata masuk. Cukup halau itu semua kapal-kapal impor masuk ke republik, jadi 20 hari Wa Yamnaunal Maun. Ini kenyataan. Nah, apakah kita harus pasrah dengan itu?" sambungnya.
Untuk itu Bahlil menekankan perlunya peningkatan lifting minyak nasional. Dia mencontohkan pada periode 1996-1997, Indonesia pernah melakukan impor minyak sebesar 1 juta barel.
Sementara, pada 2024-2025, sebaliknya Indonesia mengimpor sekitar 1 juta barel minyak.
"Inilah ketergantungan kita di era geopolitik yang tidak menentu, perang di mana-mana, kalau kita tidak bisa mempertahankan lifting dan bagaimana membuat inovasi, ya tunggu negara kita ini kan ketahanannya cuma 21 hari," bebernya.
Sebelumnya, Bahlil memaparkan capaian lifting minyak Indonesia terjadi karena berbagai strategi yang telah direalisasikan oleh pemerintah, seperti optimalisasi produksi menggunakan teknologi dan reaktivasi sumur-sumur tua.
Selain itu, Bahlil juga menegaskan pentingnya komunikasi antara pemerintah dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) atau perusahaan pengelola blok minyak dan gas bumi (migas) yang beroperasi di Indonesia.
Baca Juga: Di Balik Rencana Bahlil Potong Produksi Batu Bara
Pada tahun 2024, kata dia, produksi Exxon hanya mencapai 150 ribu barel per hari. Namun, pada 2025, Exxon berhasil mempercepat pengeboran tujuh sumur di Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi semester I tahun 2025 atau 10 bulan lebih cepat dari jadwal semula.
Sebelum penambahan, Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu memproduksi 150.000 barel per hari. Kini, angkanya naik menjadi 180.000 barel atau setara dengan 25 persen lifting minyak nasional.
"Dengan komunikasi yang baik, dengan win-win (solution), lifting mereka dari 150.000 (barel per hari) sekarang sudah bisa mencapai puncaknya itu 180.000 barel per hari. Rata-rata mereka itu di 175.000 barel per hari," ucap Bahlil.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta
-
Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita
-
Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri
-
Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD
-
Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026
-
Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik
-
Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran
-
Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol
-
Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan
-
Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?