- Bahlil sentil Menkeu soal lifting minyak 2025 yang tembus 605,3 ribu bph.
- Trenggono minta Menkeu "cerdas" soal asal anggaran pembangunan kapal KKP.
- Dua menteri Prabowo kritik balik klaim data dan kebijakan anggaran Menkeu Purbaya.
Suara.com - Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan dinamika panas. Pasalnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sasaran kritik tajam dari dua koleganya sekaligus, yakni Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono.
Kritik ini mencuat menyusul pernyataan Purbaya terkait performa sektor energi terkait lifting minyak dan serapan anggaran di industri perkapalan yang dinilai tidak sesuai dengan realita di lapangan. Kejadian ini terjadi pada Rabu (11/2) dan Kamis (12/2) atau kurang dari 24 jam.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyentil keras keraguan Purbaya terkait kenaikan lifting minyak nasional tanpa adanya temuan ladang baru. Bahlil menegaskan bahwa pada tahun 2025, lifting minyak berhasil menyentuh angka 605,3 ribu barel per hari (bph), melampaui capaian 2024 yang hanya 585 ribu bph.
"Kok ada menteri yang mengatakan bagaimana mungkin lifting naik sementara sumur besar belum ada. Eh, ini terlalu banyak baca buku nih!" cetus Bahlil dalam Kuliah Umum di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Bahlil meminta semua pihak objektif dan tidak mempolitisasi data pencapaian yang telah melampaui target APBN tersebut. "Ini fakta, bukan omon-omon. Jangan orang Papua bilang tulis lain, baca lain, bikin lain. Ini bisa diuji," tegasnya.
Sehari sebelumnya, serangan lebih telak datang dari Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono. Lewat unggahan di media sosial, Trenggono bereaksi keras atas pernyataan Purbaya yang menyoroti rendahnya belanja pemerintah untuk galangan kapal domestik.
Purbaya sebelumnya mengklaim Kemenkeu sudah menyiapkan anggaran, namun industri galangan kapal masih underutilized. Menanggapi hal itu, Trenggono meminta Purbaya mengecek kembali data di internal Kemenkeu.
"Yang terhormat (Purbaya), supaya Anda paham dan cerdas, dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri Pemerintah Inggris," tulis Trenggono. "Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, benar gak uang itu sudah dikucurkan?"
Sentilan dua menteri ini seolah memberi sinyal adanya sumbatan komunikasi atau ego sektoral yang masih membayangi koordinasi ekonomi di awal tahun 2026 ini.
Baca Juga: Purbaya Akui Tiffany & Co Disegel Bea Cukai Gegara Impor Ilegal
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla
-
Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina