Ibunya, Magdalena mengatakan bahwa Daniel tidak dapat makan di sekolah karena jika iya, nanti dia akan muntah-muntah saat di rumah.
Miris. Apa yang dikatakan oleh Magdalena ternyata tidak sama sekali terjadi kepada Daniel.
Daniel sama sekali tidak memiliki gangguan 'Eating Disorder'.
Setelah diketahui kejadian yang sebenarnya. Daniel ternyata selalu dikurung di rumahnya. Di sebuah kamar dengan kondisi yang mengharuskan dia untuk tidur di lautan air seninya sendiri tanpa diberikan makanan oleh Marius dan Magdalena.
Kejamnya, Daniel ternyata hanya diberikan garam sebagai makanannya. Dia pun selalu mendapatkan kekerasan yang mana dia selalu dipukul oleh kedua orangtuanya.
Marius dan Magdalena mengaku, bahwa mereka melakukan hal tersebut sebagai hukuman untuk Daniel yang selalu terus-menerus meminta makanan pada mereka.
Pada Maret 2012. Magdalena menelepon 911 sebagai saluran darurat dan mengatakan bahwa anaknya, Daniel tidak sadarkan diri dan segera dilarikan ke rumah sakit oleh tim medis.
Pada pukul 4 dini hari, Daniel dinyatakan meninggal di rumah sakit.
Diketahui, pada 2 hari sebelumnya Daniel dipukuli secara terus menerus oleh ayah angkatnya yaitu Marius hanya karena dia pipis di celana.
Baca Juga: Tak Hadiri Panggilan Polisi, Iwan Bule Malah Ajak Presiden FIFA Main Bola di Stadion Madya
Setelah diketahui tidak sadarkan diri. Dilihat dari jejak pencarian di handphone milik Magdalena terdapat riwayat pencarian "perawatan di rumah sakit dengan kondisi koma dan keracunan garam".
Autopsi Daniel dilakukan dan ditemukan bahwa Daniel memiliki 22 luka berat diseluruh tubuhnya dan mengalami cedera otak dibagian kepala.
Daniel yang waktu itu baru berusia 4 tahun hanya memiliki berat badan sebesar 4 kilogram.
Hal yang diperdebatkan didalam kasus ini adalah bagaimana pihak-pihak yang terlibat terutama manajemen sekolah dapat membiarkan pelecehan ini terjadi kepada Daniel sedangkan luka-luka dari cedera yang Daniel dapatkan bisa dilihat secara mata telanjang.
Pihak sekolah bahkan tidak melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib yang karena itu, tidak ada satupun laporan yang didapat mengenai Daniel Pelka kecuali pada saat ibunya sendiri yang menelepon kepada 911 atas kondisi Daniel yang saat itu tidak sadarkan diri.
Kedua pasangan itupun, Marius Crezolex dan Magdalena yang berasal dari Polandia itu akhirnya dihukum atas tindak perilaku kekerasan dan pelecehan kepada anaknya sendiri sehingga menyebabkan kematian yang tragis bagi Daniel Pelka.(*)
Sumber: Kanal Youtube Bang Jaya Story
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?