SuaraSoreang.id - Drama rumah tangga Lesti Kejora dan Rizky Billar saat ini tengah ramai dibicarakan warganet.
Banyak pihak yang merasa kecewa dengan keputusan Lesti Kejora untuk mencabut laporan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilaporkannya, sesaat setelah sang suami, Rizky Billar ditetapkan sebagai tersangka.
Berbagai cibiran dan komentar negatif pun secara bertubi-tubi dilayangkan kepada pasangan Lesti Kejora dan Rizky Billar.
Hal tersebut tentu berdampak pada bisnis mereka yang diberi nama Leslar Entertainment.
Pebisnis Muda, Rudy Salim pun mengaku stres menyaksikan drama rumah tangga Lesti Kejora dan Rizky Billar.
Pasalnya, Rudy Salim merupakan salah seorang pengusaha yang saat ini tengah menjalin kerja sama dengan perusahaan milik pasangan tersebut.
Pengakuannya itu ia ungkapkan saat ditanya oleh Merry Riana apakah seorang Rudy Salim pernah stres atau tidak.
"Stres, tiap hari saya stres," ucap Rudy Salim, dikutip dari video di kanal YouTube Merry Riana, yang diunggah pada Selasa (18/10/2022).
Salah satu hal yang membuatnya stres itu adalah terkait masalah karyawannya.
Baca Juga: Hakim Diminta untuk Tolak Eksepsi Putri Candrawathi oleh Jaksa
Menurutnya, setiap masalah yang menimpa pada karyawannya, itu merupakan masalah bagi dirinya juga sebagai bagian dari perusahaan.
"Masalah karyawan itu masalah saya juga. Kalau karyawan saya kena lawsuit sama pacarnya, atau sama mantan pacarnya, banting-bantingan, mungkin ada yang tahu, masalah saya juga," terang Rudy Salim.
"Salah satu perusahaan saya punya pasangan berantem. Saya juga yang masalah," tambah Rudy Salim.
Rudy Salim pun membenarkan bahwa dirinya memang berinvestasi di perusahaan milik pasangan Lesti Kejora dan Rizky Billar, Leslar Entertainment.
"Sebenarnya saya invest-nya di Leslar Entertainment, itu adalah holding company yang membawahi Leslar Metaverse, nanti ada Leslar Store, Leslar Mart, dan banyak Leslar-leslar yang akan dilakukan," tutur Rudy Salim.
Kata Rudy, saat ini segala proses kerja sama antara dirinya dengan Lesti dan Billar masih tertunda untuk sementara waktu, menunggu kabar kisruh rumah tangga mereka mereda.(*)
Berita Terkait
-
Dianggap tak Masuk Akal, Mungkinkah Alasan Damai Lesti Kejora Demi Bisnis?
-
Berulah Lagi, Rizky Billar Diduga Hina Rekan Bisnis Usai Bebas dari Tahanan: Papa Rich tapi Miskin!
-
Ini Jawaban Lesti Kejora saat Ditanya Jaminan dari Rizky Billar sampai Berani Berdamai
-
Seperti Menahan Marah, Rizky Billar Mendengar Pertanyaan Singgung Trauma Lesti Kejora dari Wartawan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ponsel Misterius Motorola Lolos Sertifikasi Komdigi, HP Lipat Gahar Razr Fold?
-
Apa Beda Waterproof dan Transferproof? Ini 5 Cushion dengan Dua Kelebihan Sekaligus
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
-
Kronologi Maut Bus ALS di Muratara: Berawal dari Percikan Api hingga Terbakar Hebat, 16 Tewas
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Buntut IG Diretas dan Bikin Gaduh, Akun Ahmad Dhani Kini Disita Mulan Jameela: Saya Dimarahin
-
DBH Sawit 4 Persen, Riau Harus Prioritaskan Bangun Jalan dan Jembatan
-
Lepas Jamaah Haji, Ketua DPRD Kota Bogor Titip Doa untuk Kesejahteraan Warga
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi