/
Sabtu, 22 Oktober 2022 | 10:00 WIB
Lesti Kejora saat memberikan keterangan kepada pers di Polres Metro Jakarta Selatan. (Suara.com/Oke Atmaja)

Dalam situasi itu, perampok bank yang dikenal Janne Olsson menegosiasikan rencana dengan polisi yang akan memungkinkan mereka meninggalkan bank dengan aman selama 6 hari.

Perlakuan perampok yang dinilai  baik terhadap sandera menyebabkan sebagian besar karyawan bank yang disandera menjadi sangat simpatik terhadap para perampok.

Bahkan setelah dibebaskan, para sandera menolak untuk meninggalkan penculiknya dan kemudian membela mereka.

Mereka juga menolak bersaksi di pengadilan melawan para perampok dan bahkan membantu mengumpulkan uang untuk membela mereka.

Kriminolog dan psikiater yang menyelidiki peristiwa tersebut menyebut kondisi mereka sebagai Stockholm syndrome.

Karena menjadi jelas bahwa karyawan bank yang jadi sandera telah mengembangkan semacam kasih sayang terhadap orang-orang yang menahan mereka.

Stockholm syndrome adalah kondisi yang tidak jelas penyebabnya.

Menariknya, bagaimanapun korban yang mengembangkan sindrom ini sering kali kemudian menolak untuk bekerja sama selama penyelidikan berikutnya atau selama persidangan hukum.

Orang dengan Stockholm syndrome sering melaporkan gejala yang mirip dengan gangguan stres pasca trauma atau PTSD. Gejalanya mungkin termasuk:

Baca Juga: Fantastis! Sumber Pendapatan Denise Chariesta Didapat dari 7 Pintu Rejeki Ini

1. Mudah terkejut.
2. Ketidakpercayaan.
3. Perasaan tidak nyata.
4. Kilas balik.
5. Ketidakmampuan untuk menikmati pengalaman yang sebelumnya menyenangkan.
6. Mudah marah.
7. Sering mimpi buruk.
8. Sulit berkonsentrasi.(*)

Sumber: Kanal Youtube Bahasa Psikologi

Load More