SuaraSoreang.id-Perjalanan kasus kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT Rizky Billar terhadap Lesti Kejora masih menjadi perhatian publik.
Walaupun kasus KDRT Lesti Kejora dan Rizky Billar sudah selesai dengan jalan damai, tetap saja tidak serta merta publik menjadi diam.
Masih banyak pihak yang menyesalkan Lesti Kejora untuk mengambil keputusan jalan damai dengan pencabutan laporan kasus KDRT yang menimpanya.
Padahal Rizky Billar telah ditetapkan menjadi tersangka dan tengah menjalani penahanan.
Kali ini banyak pihak yang beranggapan bahwa Lesti Kejora mengalami gangguan psikologi Stockholm Syndrome jika melihat keputusan dalam mengambil jalan perdamaian dengan Rizky Billar.
Lalu apa hubungannya dengan gangguan psikologi Stockholm Syndrome ini?
Melansir kanal Youtube Bahas Psikologis pada 22 Oktober 2022, berikut penjelasan tentang sejarah dan kondisi psikologis Stockholm Syndrome.
Stockholm syndrome adalah kondisi psikologis langka terhadap individu pasca mengalami keadaan traumatik seperti yang diduga kondisi traumatik Lesti Kejora.
Dalam perjalanannya seseorang yang mengidap kondisi psikologis ini tergambarkan dengan berempati terhadap seseorang lain yang telah berbuat jahat kepadanya.
Baca Juga: Fantastis! Sumber Pendapatan Denise Chariesta Didapat dari 7 Pintu Rejeki Ini
Dalam hal ini seperti terjadi dalam kondisi menjadi korban sandera yang kemudian terjadi ikatan psikologis dengan penculiknya.
Kasusnya psikologis sang korban membentuk ikatan emosional dengan penculiknya dan menjadi simpati terhadap mereka.
Ini membuat mereka tidak melarikan diri ketika diberi kesempatan. Mereka bahkan mungkin mencoba mencegah penculiknya menghadapi konsekuensi atau hukuman atas tindakannya.
Bicara tentang Stockholm syndrome, ada beberapa fakta yang perlu diketahui mengenai gangguan psikologis ini, yaitu:
Berasal dari Kota Stockholm di Swedia
“Stockholm Syndrome” adalah istilah yang diciptakan untuk menggambarkan apa yang terjadi pada korban perampokan bank pada 1973 di Stockholm, Swedia.
Tag
Berita Terkait
-
Sebelum Eksekusi Mati, Bharada E Akui Ingin Beri Pesan ini ke Brigadir J
-
Fantastis! Sumber Pendapatan Denise Chariesta Didapat dari 7 Pintu Rejeki Ini
-
Desakan Mundur Ketum PSSI semakin Deras, Juru Bicaranya 'Gak Pake Disuruh Nanti Tahun 2023 Ya Ganti'
-
Lesti Kejora Diduga Alami Stockholm Syndrome, Desy Ratnasari Perhatikan Diagnosa Ini
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai