SuaraSoreang.id - Perjalanan kasus dugaan pencemaran nama baik yang dialami selebritis Nikita Mirzani masih terus berlanjut dan menjadi perhatian publik.
Nikita Mirzani tengah menjalani proses penahanan selama 20 hari kedepan terhitung sejak Selasa, (25/10/2022) di Rutan Klas IIB Serang usai adanya pelimpahan berkas tahap II dari penyidik ke Polresta Serang Kota.
Teranyar, wanita yang akrab disapa Nyai itu menulis surat di balik jeruji besi, dan menitipkannya ke kuasa hukum Fahmi Bachmid, Selasa (31/10/2022).
Dalam isi surat itu, ada beberapa hal yang ditulis Nikita Mirzani, termasuk soal teriak-teriak di kejari Negeri Serang Waktu lalu yang sempat membuat publik heboh.
Dalam surat tersebut dikatakan Nikita jika apa yang dilakukannya saat itu tak lain hanyalah usaha seorang wanita yang tengah mencari keadilan.
"Waktu di Kejari itu, saya hanya seorang pencari keadilan, seperti saya seorang single parent," tulis Nikita Mirzani dalam surat yang ditunjukkan Fahmi Bachmid, seperi dikutip dari Suara.com, Senin (31/10/2022).
Poin lain yang ditulis Nikita dalam surat tersebut adalah permintaan agar didoakan oleh anak-anak yatim yang selama ini dekat dengan keluarganya.
Nikita meyakini jika doa seorang anak yatim sangat mustajab. Ia ingin didoakan supaya mendapat keadilan atas kasus yang menimpanya saat ini.
"Niki juga mau minta didoakan kepada anak-anak yatim yang selama ini dekat dengan keluarga Niki," pungkasnya dalam isi surat tersebut.
"agar mendapatkan keadilan yang benar-benar adil," sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, Nikita Mirzani telah menjadi tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik atas laporan yang dilayangkan Dito Mahendra ke Polres Serang Kota (16/05/2022) lalu.
Nikita Mirzani kini tengah menjalani proses penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Klas II B Serang.(*)
Artikel ini sebelumnya telah tayang di suara.com dengan judul Lewat Secarik Surat dari Penjara, Nikita Mirzani Ungkap Alasannya Teriak-Teriak di Kejari Negeri Serang
Berita Terkait
-
Fitri Salhuteru Sebut Penanganan Nikita Mirzani Berlebihan
-
Ucap Puji Tuhan saat Penangguhan Penahanan Nikita Mirzani Ditolak, Indra Tarigan Juga Minta Instagram Nikita Mirzani Disita
-
Jenguk Nikita Mirzani di Rutan Serang, Fitri Sahluteru Ingatkan Jangan Ada Penyusup yang Pura-Pura: Kalau Mau Jenguk Ikuti Aturannya Seperti Saya
-
Bersyukur Penangguhan Penahanan Ditolak, Indra Tarigan Juga Minta Akun Instagram Nikita Mirzani Disita
-
Tak Mau Digantung! Nikita Mirzani Ingin Segera Disidang, Nyai Siap Fight dan Buka-bukaan di Pengadilan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
Terkini
-
Huawei WiFi Mesh X3 Pro Resmi Dijual di Indonesia, Router Wi-Fi 7 Mewah dengan Kecepatan 3.6 Gbps
-
Kolaborasi Developer PT CGIS dengan BRI, Program PKS Permudah Akses Wujudkan Rumah Impian
-
Nubia Neo 5 Series Segera ke Indonesia, Bawa RAM 12 GB dan Kipas Pendingin
-
4 Zodiak yang Terlahir Mandiri, Tak Suka Bergantung pada Orang Lain
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
4 Clay Mask Centella untuk Pori Bersih Tanpa Bikin Kulit Kering
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu
-
Hardiknas dan Jurang UMR: Mengapa Tidak Semua Anak Berani Bermimpi?
-
Perjuangan dan Realita Kesejahteraan Guru Honorer di Indonesia
-
Ketika Anak Menjadi Korban Daycare, Ibu Sudah Cukup Hancur Tanpa Perlu Dihakimi