Suara Denpasar – Tak seperti biasanya, kang Dedi Mulyadi membagikan momen kebersamaan dengan keluarganya yakni anak sulungnya bernama Ahmad Habibi Bungsu Maula Akbar dikanal Youtube milinya Kang Dedi Mulyadi Channel.
Biasanya kang Dedi Mulyadi selalu membagikan kebersamaan dengan masyarakat umum dalam kesehariannya lewat unggahan video, berbeda kali ini ia bercengkrama dengan anaknya.
Dalam momen pertemuan itu kang Dedi Mulyadi menceritakan kehidupan masa lalu anak sulungnya Ahmad Habibi Bungsu Maula Akbar (23) atau sapaan akrabnya A Ula atau Maula Akbar.
Sebelum Kang Dedi Mulyadi menikah dengan istrinya Anne Ratna Mustika yang sekarang sedang di ujung tanduk, Dedi Mulyadi ternyata telah menikah dengan sosok perempuan yang kemudian diketahui adalah Ibunya Maula Akbar.
Kang Dedi Mulyadi menyebutkan, Maula Akbar adalah anak pertama Dedi Mulyadi dengan istri pertamanya Sri Widyowati, namun Sri meninggal dunia karena kanker rahim, setelah melahirkan Maula Akbar.
Hal itu disampaikan kang Dedi melalui kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Cahnnel pada Jumat 4 November 2022 saat berbincang dengan anak sulungnya sambil menangis.
Kang Dedi dengan bangga menuturkan anak pertamanya ini sangat berjiwa sosial melebihi dirinya.
Kang Dedi Mulyadi bercerita saat Maula Akbar masih duduk di bangku sekolah SMA, dirinya tidak menyangka bahwa Maula Akbar pernah mengambilkan rapor anak seorang penjaga sekolah di SD.
“Saya tanya Maula mengapa mengambil rapor anak di sekolah, ternyata Maula menyekolah anak yang memiliki kondisi kemampuan ekonomi kurang mampu,” ungkap Dedi yang menceritakan kehidupan A Ula.
Menariknya lagi diakui Dedi, Maula ini tampil sebagai sosok orang tua. Di mana dia ini mengurus anak dengan kondisi kebutuhan khusus dan dikucilkan di lingkungannya.
Dedi juga menceritakan bagaimana dirinya terkejut dengan jiwa sosial Maula Akbar yang mengurus persalinan seorang ibu di rumah sakit. Mengurus seorang ibu yang mau melahirkan istri karena kekurangan biaya.
“Waktu itu kekurangan uang biaya bersalin terus akhirnya dibayarkan oleh anaknya. Itu saat juga semasa masih SMA,” cerita Dedi.
Bahkan, keluarga yang dibantuya itu beragama Kristen, asal Atambua, Nusa Tenggara Barat. Yang membayar biaya persalinan adalah Maula Akbar.
Sejak kecil, Maula Akbar memiliki jiwa sosial yang tak memandang apa pun termasuk agama atau sukunya.
Momen itu kang Dedi anggap sebagai momen paling berharga bagi dirinya
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai