/
Jum'at, 10 Februari 2023 | 10:36 WIB
Gapura selamat jalan Garut. Lima warga Garut yang sedang jualan jaket kulit diteriaki culik anak. Mereka dihajar massa sedangkan barang dagangan dijarah. (Antara foto)

SuaraSoreang.id - Isu culik anak makin liar. Masyarakat seakan tidak mampu memilah informasi sehingga menjadi kalap.

Lantas bagaimana kinerja polisi untuk meredam isu culik anak ini? 

Siapa tanggung jawab jika warga tak berdosa dituduh culik anak hingga dihajar bahkan ada yang meninggal mengenaskan akibat tuduhan tersebut?

Berikut adalah sederet fakta yang dialami lima warga Garut yang dituduh pelaku culik anak di Musa Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan

Mereka nyaris tewas di tangan massa yang brutal dan kalap lantaran terhasut sebaran informasi culik anak.

1. Lima warga Garut Dituduh culik anak

Warga di Musa Rawas Utara pada Senin (7/2/2023), bak kesetanan. Mereka tanpa ampun menghajar lima warga Garut yang dituduh pelaku culik anak.

Padahal dari keterangan polisi, jika kelimanya hanya berjualan jaket kulit untuk mencari rezeki.

2. Sarapan dan jualan malah dituduh culik

Baca Juga: Cek Fakta: Pesawat Susi Air Dibakar KKB, Pilot dan Penumpang Disandera

Kelima warga Garut itu dikatakan Kasat Reskrim Polres Muratara, AKP Jailili tinggal di Sarolangun, Jambi.

Kemudian mereka pergi ke Lubuklinggau, Sumsel untuk mengambil paket kiriman jaket dari Bandung, pada Senin (6/2/2023).

"Mereka (5 warga Garut) mengaku tinggal di Jambi sudah satu bulanan lebih," kata AKP Jailili. 

"Mereka (5 warga Garut) ini mau mengambil paket dari Bandung seperti jaket-jaket kulit gitu ke Lubuk Linggau," kata Jailili.

Saat di lokasi, kelimanya beristirahat untuk sarapan. Lantara di lokasi ramai warga, mereka berlima memutuskan untuk berjualan juga.

3. Wanita teriak culik

Saat kelimanya berjualan seperti biasa, di luar dugaan ada wanita berteriak sambil menuduh kelima pria Garut itu adalah yang akan menculik anak.

"Ada ibu-ibu berjarak jauh dari mereka (5 warga Garut sedang jualan), ngomong bahwa mereka itu penculik," katanya. 

Wanita tersebut lantas lapor pada pamannya, yang saat itu juga langsung lapor pada kepala desa.

Saat itu juga kepala desa melakukan klarifikasi pada kelima warga Garut tersebut.

4. Pesan culik anak sengaja disebar

Dari sana, entah siapa yang memulai pesan pelaku culik anak ditangkap disebar melalui pesan WA.

Warga yang mendapat pesan ada penculik anak yang berkeliaran di wilayahnya, langsung beraksi menuju kantor desa.

"Ada pesan WhatsApp dari kepala Desa itu, maka warga berkumpul di kantor atau balai desa mengamankan mereka, dan terjadilah aksi tersebut," tuturnya.

5. Bukan pelaku culik anak

Ayah satu di antara lima warga Garut yang dituduh culik, Donald Hamzah (44), kaget lantaran anaknya diamuk warga atas tudingan tidak mendasar.

Donald Hamzah mengatakan jika anaknya bernama Lucky Wanda Rivana (30), hanya mencari rezeki di daerah orang.

"Anak saya (Lucky Wanda Rivana) itu hanya jualan pakaian. Saya kaget. Anak saya kok dituduh culik," kata Donald dihubungi wartawan.

6. Kades di Garut ungkap kondisi lima warga Garut

Kepala Desa Cihuni, Garut, Firman Maulana mengaku sudah mendapat informasi soal lima orang Garut yang dituduh culik.

"Saya dapatkan informasi (5 warga Garut dituduh culik) dari pihak Polsek," katanya saat dihubungi wartawan.

"Saya dalami dari keluarga masing-masing (lima warga Garut), hasilnya mereka ke sana (Sumatera Selatan) hanya untuk berjualan pakaian," ungkap Firman.

Dia mengatakan, informasi terakhir yang didapat dari polisi di TKP, jika kelimanya sudah dinyatakan tidak ada kaitannya dengan aksi culik anak.

"Informasi terakhir, kepolisian di sana sudah menyatakan jika lima orang warga tidak bersalah. Mereka di sana katanya selain dikeroyok juga dijarah," kata Firman. (*)

Load More