5. Lingkungan sosial
Lingkungan sosial yang tidak mendukung atau menekan norma-norma sosial tertentu (seperti tekanan sosial untuk menikah dan memiliki anak) dapat membuat seseorang memutuskan untuk tidak memiliki anak.
6. Pengalaman dengan anak-anak
Beberapa orang mungkin mengambil keputusan untuk tidak memiliki anak setelah memiliki pengalaman yang tidak menyenangkan dengan anak-anak di sekitar mereka, seperti pengasuhan yang buruk atau hubungan yang rusak dengan orang tua mereka.
7. Keinginan untuk mengejar karir atau hobi
Beberapa orang mungkin memutuskan untuk tidak memiliki anak karena mereka ingin mengejar karir atau hobi mereka tanpa terhalang oleh tanggung jawab mengasuh anak.
8. Ketakutan akan masa depan: Beberapa orang mungkin memutuskan untuk tidak memiliki anak karena khawatir tentang masa depan dan masa depan dunia, seperti kekhawatiran tentang perubahan iklim atau krisis global lainnya.
Namun, perlu diingat bahwa keputusan untuk menjadi childfree adalah keputusan pribadi dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang sangat individual.
Selebgram Gitasav menyebutkan alasan dirinya untuk memutuskan tidak memiliki anak adalah supaya dirinya terlihat lebih awet muda dan pengeluaran bulanan lebih sedikit.
Baca Juga: Akui Mualaf, Suami Gitasav Tertawa saat Diserang Netizen yang Kontra Childfree
Pernyataan tersebut kemudian mendapatkan tanggapan dari seorang penceramah muda, yaitu Ustadz Felix Siauw.
Mengutip dari kanal YouTube YNTV pada Kamis (16/2/2023) Ustadz Felix Siauw mengaku jika dirinya enggan menjawab setuju atau tidak setuju dengan topik Childfree.
Menurutnya, pembahasan tentang Childfree bukanlah masalah problematik dan sudah dibahas oleh para ulama sejak dulu.
“Karena ketika orang membahas tentang menunda anak atau tidak punya anak itu pembahasan ulama dari dulu.” ucap Felix Siauw.
Akan tetapi, Ustadz Felix Siauw menegaskan bahwa dirinya tidak sepakat apabila yang menjadi alasan Childfree itu hanya karena ingin awet muda, atau anak sebagai beban bagi orang tua.
"Pasalnya, jika berbicara soal beban, ada banyak hal lain di hidup ini yang juga dianggap beban oleh agama, salah satunya adalah harta kekayaan," tambah ustad berusia 39 tahun itu.
(*Yolanda Nurulita)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal
-
Tecno Spark 50 4G Rilis Global, HP Murah Mirip iPhone Ini Siap ke Indonesia
-
Update Perang Kata Donald Trump vs Paus Leo XIV, Ini Kronologinya
-
Bandar Lampung Lumpuh dalam Semalam: 16 Kecamatan Terkepung Banjir, Satu Nyawa Tak Tertolong
-
Pemerintah Siapkan Inpres Perlindungan Satwa, Wisata Gajah Tunggang Bakal Segera Dihapus
-
Review Honour: Saat Dunia Hukum Tidak Lagi Berpihak pada Korban
-
Imbas Manipulasi Laporan Pakai AI, 3 PPSU Kena SP1 dan Lurah Dibebastugaskan
-
Kemenkes Rilis Aturan Label Gizi, Minuman Kekinian Kini Punya Rapor dari A Hingga D
-
WFH Tiap Jumat di Mataram Resmi Berlaku, Wali Kota: Jangan Ada yang Malas-malasan!
-
Mengenal Rape Culture Pyramid, Jangan seperti 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual