/
Senin, 20 Februari 2023 | 14:09 WIB
Kisah Tiko saat rawat Ibu Eny (Tangkapan layar YouTube Bang Brew TV)

SuaraSoreang.id - Tiko selalu berhasil menyita perhatian publik setelah dirinya diketahui telah merawat Bu Eny selama sebelas tahun dengan segala keterbatasannya.

Sebelas tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Tiko untuk merawat Bu Eny yang diketahui alami depresi pasca ditinggalkan oleh suaminya.

Tiko tinggal bersama Bu Eny disebuah rumah mewah di kawasan Cakung, Jakarta Timur. 

Mengutip dari kanal YouTube Bang Brew TV pada Senin (20/2/2023) ada beberapa fakta menarik selama Tiko merawat sang Ibunda diantaranya:

1. Tiko Anak Semata Wayang

Tanpa peran Tiko, entah apa yang akan terjadi pada kehidupan Bu Eny, hal tersebut disebabkan karena Tiko adalah anak satu-satunya yang dimiliki Bu Eny.

Tidak hanya itu, bagi Bu Eny Tiko merupakan harta paling berharga yang Ia miliki untuk melindungi serta merawat dirinya.

Tiko menyampaikan adanya rasa khawatir ketika melihat Bu Eny yang kurang sehat ketika mulai sering berbicara sendiri, bahkan marah-marah.

"Sejak 2011-2013 ibu kurang sehat suka ngomong sendiri, suka marah-marah," kata Tiko.

Baca Juga: Tiko dan Ibu Eny akan Ziarah ke Makam Alm. Pak Herman? Simak Bocorannya dari Mbak Rini Berikut Ini

2. Tiko Bekerja Serabutan

Perjuangan Tiko untuk memberikan bakti terbaik untuk sang ibunda, nampak tak pernah surut. Untuk menhidupi keluarganya, Tiko rela bekerja serabutan saat usianya masih remaja.

Tiko mengisahkan jika dirinya pernah bekerja berjuang cilor hingga dipercaya warga untuk menjadi anggota petugas keamanan.

Uang yang Ia dapat, kemudian diberikan kepada Bu Eny untuk belanja kebutuhan dapur, ia juga menuturkan bahwa orang-orang justru malah dianggap musuh oleh Bu Eny.

"(Untuk makan) saya kerja, saya pulang. Untuk belanja sendiri Ibu masih bisa. Tapi kalau untuk ngobrol itu udah gak bisa karena semua orang dianggap musuh," kata Tiko.

3. Tanpa Kasih Sayang Ayah

Herman Moedji Susanto, itulah nama ayah kandung dari Tiko yang nyatanya tega meninggalkan dirinya bersama ibundanya. Tiko mengaku jika dirinya tidak pernah mengetahui keberadaan sang ayah.

Tiko juga menyampaikan jika Ibu dan ayahnya dulu merupakan rekan kerja di Departemen Keuangan, meski begitu Tiko mengetahui perceraian diantara kedua orangtuanya tersebut.

“Saya tahunya cerai, kalau gak salah pulang ke kampung Madiun,” ujarnya.

Tiko menyampaikan jika dirinya kerap merindukan kehadiran sang ayah, meskipun dirinya tahu jika hal tersebut tidak mungkin terjadi.

4. Tanpa Keluarga Besar

Bukan hanya hilang kontak dengan sang ayah, Tiko juga mengakui jika dirinya telah kehilangan hubungan dengan keluarga besarnya semenjak ayahnya pergi.

Tiko bercerita jika rumahnya pernah didatangi seseorang yang diduga adalah kerabat dari keluarganya sekitar tahun 2019 atau 2020.

"Sejak papah pergi hilang, gak tahu jejaknya ke mana. Datang di 2020 atau 2019, mobil nopolnya plat W (Sidoarjo)," kata Tiko.

5. Alasan Tetap Tinggal di Rumah 

Mungkin bagi sebagian banyak orang berpandangan seharusnya Tiko dan Bu Eny menjual rumah mewahnya, kemudian uangnya digunakan untuk kebutuhan hidup dirumah yang lebih sederhana.

Bukan tanpa alasan Tiko dan Bu Eny enggan untuk menjual rumahnya tersebut. Pemuda berusia 23 tahun itu memilih untuk tetap tinggal meski rumahnya tak terurus.

Menurut Tiko, dirinya tak memiliki niat untuk menjual rumah tersebut karena rumah tersebut merupakan peninggalan kedua orangtuanya.

"Gak ada niat dijual karena peninggalan orangtua," ujarnya.

(*Yolanda Nurulita)

Sumber: kanal YouTube Bang Brew TV

Load More