SuaraSoreang.id - Kabar terkini terkait kehidupan Tiko dan Ibu Eny yang jarang diketahui publik, ternyata cukup mencengangkan.
Pasalnya, selain perjalanan Tiko, Ibu Eny dan rombongan lain ke Madiun untuk ziarah makam alm. Pak Herman, ternyata ada beberapa orang yang mencoba memaksa masuk ke rumah mereka.
Meskipun kejadian itu nampak terjadi sebelum mereka pergi ke Jawa Timur, melalui vlog dari kanal Youtube Pak Harman, terlihat tiga orang ibu-ibu ingin menemui Tiko dan Ibu Eny.
Untungnya, Pak Harman yang sedari awal masih mengerjakan lanjutan renovasi rumah Ibu Eny, segera keluar untuk menemui mereka di parkiran.
"Ibu dari mana? Naik apa? Di sini mau ke mana?," tanya Pak Harman seperti dalam video yang diunggahnya, Kamis (23/2/2023).
Ketiga ibu-ibu itu pun menjawab mereka datang dari Palu, Sulawesi dan datang ke sana karena ingin bertemu Tiko dan Bu Eny.
Bahkan, mereka juga mengatakan tujuan utama mereka terbang jauh-jauh memang sengaja untuk ke rumah peninggalan alm. Pak Herman tersebut.
Sedikit bingung, Pak Harman mencoba menghalau mereka dengan mengatakan untuk menunggu terlebih dahulu di luar pagar, sambil menunggu Tiko keluar rumah.
Hal ini dikarenakan, saat itu pemuda bernama lengkap Pulung Mustika Abimanyu tersebut sedang ada kegiatan bersama teman-teman sekolahnya di ruang tamu.
Baca Juga: Tak Seberuntung Ibu Eny, Begini Kondisi Ibu Mira Penghuni Rumah Terbengkalai di Pulo Gadung
Rombongan ibu-ibu itu lantas ingin menunggu pemilik rumah di dalam dan bukan di luar pagar.
"Oh nggak bisa kalau masuk, nanti aja foto-fotonya di luar," kata lelaki gondrong itu.
Namun, rombongan ibu-ibu itu mencoba memaksa masuk dan meminta supaya diizinkan menunggu di dalam rumah. Pak Harman dengan sigap tetap melarangnya.
"Ini berantakan Bu, tuh. Engga, jangan. Takutnya ngganggu, ibu di luar aja nanti. Bukan masalah apa-apa, ada banyak orang di dalem. Kenyamanan Ibu Eny nanti terganggu," larang Pak Harman lagi.
Tetap ngotot, mereka mempertanyakan kenapa ada tamu yang bisa masuk ke rumah itu sedangkan dirinya tidak diperbolehkan, seolah tak terima.
"Kan itu temen-temennya, temen sekolahnya. Ya saya juga ngertiin ibu dari Sulawesi kan, ayo ibu kita tunggu di pohonan (bawah pohon) ademkan," ajaknya sembari mempersilakan rombongan keluar pagar. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
Terkini
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jabar Kini Tak Perlu KTP Pemilik Pertama, Cukup STNK!
-
Kodansha Manga Awards ke-50 Umumkan Nominasi, Manga Hits Siap Bersaing
-
Tafsir KUHAP Baru vs Lama, Yusril: MA Penentu Nasib Kasasi Kejagung Terhadap Delpedro Cs
-
Pasca Gencatan Senjata, PM Pakistan Fasilitasi Dialog Strategis Amerika - Israel dan Iran
-
Yoursay Class: Tak Sekadar Curhat, Ini Cara Menulis Opini Personal yang Relatable dan Berdampak
-
Spesifikasi Lengkap Emmo JVX GT, Motor Listrik Operasional MBG Seharga Rp49 Jutaan
-
Kenapa Harga E-Katalog Lebih Mahal? Begini Penjelasan LKPP
-
Ramalan Shio 8 April 2026, Waktu yang Paling Tepat Beli Motor atau Mobil
-
Warga Bogor Siap-Siap! Ini Bocoran Rute dan Skema Bus Listrik Gratis BojonggedeSentul
-
Bukan Sekadar Tap-In, Parkir Digital Surabaya Picu Ketegangan Jukir vs Pemkot