SuaraSoreang.id - Manajer Manchester United (MU), Erik Ten Hag, dan beberapa pemain Setan Merah baru saja memenangkan trofi Carabao Cup setelah mengalahkan Newcastle United dengan skor 2-0 pada hari Minggu (26/02/2023).
Namun, selebrasi yang dilakukan oleh Ten Hag bersama dua pemain MU, Antony dan Lisandro Martinez, di pinggir lapangan setelah pertandingan mendapat kritikan dari jurnalis asal Inggris, Piers Morgan.
Dalam sebuah video yang viral, tampak ketiga pemain tersebut berjoget sambil membawa bendera Brasil dan Argentina. Namun, Piers Morgan menilai aksi mereka sangat memalukan dan tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang manajer dan pemain profesional.
"Saya tidak percaya sedang melihat Manajer MU dan pemain menari dengan gembira setelah memenangkan Carabao Cup," tulis Piers Morgan di Twitter (27/2/2023).
"Sangat memalukan," lanjutnya.
Namun, para penggemar MU justru merespons selebrasi tersebut dengan antusias. Mereka menganggap selebrasi itu sebagai bentuk kegembiraan dan penghargaan atas kemenangan yang sulit diraih oleh tim mereka.
Lagipula, tidak ada aturan yang melarang para pemain untuk mengekspresikan kegembiraan mereka dengan cara mereka sendiri setelah memenangkan sebuah pertandingan.
Lebih lanjut, sebagai seorang manajer, Erik Ten Hag memiliki kebebasan untuk mengekspresikan dirinya dengan cara yang ia sukai.
Selebrasi yang dilakukan Ten Hag dengan Antony dan Martinez mungkin saja menjadi momen yang mengesankan bagi mereka, dan dapat mempererat hubungan di antara mereka sebagai rekan setim.
Baca Juga: Bikin Make Up Simpel! Ini 4 Face Palette Cocok untuk Pemula, Gak Ribet
Di sisi lain, kemenangan MU dalam Carabao Cup merupakan prestasi besar yang membutuhkan kerja keras dan dedikasi dari seluruh anggota tim. Trofi ini juga menjadi trofi pertama bagi Ten Hag sebagai manajer MU, dan memberikan motivasi untuk meraih kemenangan pada tiga event lainnya: Liga Inggris, Liga Europa, dan Piala FA.
Kritik dari Piers Morgan terhadap selebrasi Ten Hag dan para pemain MU mungkin saja bersifat subjektif dan tidak dipandang serius oleh para penggemar MU. Namun, hal ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda terhadap sebuah momen, dan hal itu wajar terjadi.
Dalam sepak bola, selebrasi merupakan bagian penting dari pertandingan dan dapat memperlihatkan kegembiraan dan kekompakan di antara para pemain dan staf. (*Eggar Ryanto Farisan
Sumber: Twitter Piers Morgan
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Go Youn Jung dan Koo Kyo Hwan Atasi Rasa Insecure di We Are All Trying Here
-
Bareskrim Rampas dan Setor Uang Rp58,1 Miliar Hasil Kejahatan Judi Online ke Negara
-
Niat Pulihkan Cedera di Dubai, Bek Newcastle United Malah Terjebak Konflik Iran-AS
-
Goodbye, Lara Adaptasi The Little Mermaid Era Jepang Kini Siap Tayang Juli
-
Cobaan Terberat Selama Ramadan Apa Saja? Padahal Setan Dibelenggu saat Puasa
-
Bukber Ramadan dan Fenomena Flexing, Mau Sampai Kapan?
-
Program Mudik Gratis 2026 Apa yang Masih Buka? Segera Daftar, Kuota Terbatas
-
Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
-
Rincian Fitur MacBook Neo, Laptop Termurah Apple Pakai Chip Milik iPhone 16 Pro
-
Lebaran di Perantauan: Nostalgia, Rindu, dan Konstruksi Makna Pulang