SuaraSoreang.id - Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi ikut geram dengan pengakuan jujur dan penuh kemarahan yang dilakukan Mang Uprit.
Bahkan Kang Dedi sapaannya, menyinggung soal provokator dan juga galak di medsos tapi dipanggil polisi seperti kucing.
Ungkapan Dedi Mulyadi ini sebagai bentuk pembelaan pada Mang Uprit dan kepeduliaan pada lingkungan di Ranca Upas yang rusak oleh komunitas trail.
Seperti diketahui jika sosok Mang Uprit viral setelah dirinya direkam dalam keadaan marah.
Mang Uprit malah lantaran sebagai petani daerah tidak dihargai oleh komunitas trail yang datang dan merusak area yang wisata yang selama ini dirawatnya.
Kemarahan Mang Uprit ini langsung viral di media sosial. Gara-garanya dia mempertontonkan kondisi taman Bunga Edelweiss di Ranca Upas Kabupaten Bandung yang rusak.
Kerusakan yang terjadi akibat event trail pada Minggu 5 Maret 2023 lalu, sangat parah dan mengkawatirkan.
Dampak dari video viralnya itu, Mang Uprit langsung diperiksa di Polresta Bandung.
Dalam proses hukum yang dihadapi Mang Uprit, sosok Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi ikut pasang badan.
Baca Juga: Istri Kepala BPN Pamer Outfit Hampir Rp500 Juta, Netter: Hasil Maling!
Mantan Bupati Purwakarta dua periode ini mengawal proses hukum dari pria yang bernama asli Supriatna.
Terkait dengan viralnya video kemarahan Mang Uprit, pria desa yang peduli pada lingkungan tersebut dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangannya.
Kuat dugaan Mang Uprit dipanggil terkait kasus perusakan lingkungan dan perusakan motor.
Isu di lapangan yang juga viral di media sosial komunitas trail ini marah pada panitia penyelenggara acara motor trail tersebut.
Terkait kasus Mang Uprit, diperiksa tentang kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh acara trail.
Dedi Mulyadi mengatakan, saat ini polisi fokus pada pengumpulan alat bukti tentang kerusakan lingkungan.
Berita Terkait
-
Lahannya Rusak akibat Event Trail di Ranca Upas, Ini 5 Fakta Bunga Edelweis
-
Balap Motor Trail Rusak Ranca Upas, Lebih Baik Lakukan 5 Hal Positif Ini Saja!
-
Melupakan Kejadian Bukan Berarti Sembuh dari Trauma? Ini Kata Jiemi Ardian
-
Susi Pudjiastuti ke Bupati Bandung Dadang Supriatna: Jangan Hanya Mengecam, Minta Edelewis Bunga Rawa di Rancaupas Dibenahi
-
Wartawan Gadungan di Soreang Bandung Dijamin Tak Bisa Tidur, Warga Minta Bukti Polisi Tegas
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar
-
Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan
-
Makan Siang Terakhir di Coban Gede: Keriangan 9 Pelajar SMKN 1 Gempol Berujung Tragedi
-
Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna: Teman Teduh Memeluk Kerapuhan
-
Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed
-
DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru
-
Kulkas Mini Paling Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Hemat Listrik dan Tempat
-
Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Studio DEEN Siap Garap Anime Baru Higurashi: When They Cry Setelah 20 Tahun