/
Minggu, 12 Maret 2023 | 06:28 WIB
Bumi perkemahan Ranca Upas rusak karena pergelaran event motor trail. Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi pasang badan saat Mang Uprit diperiksa polisi terkait viralnya video kemaran pada komunitas trail. ((twitter.com/MrBekalicky89))

SuaraSoreang.id - Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi ikut geram dengan pengakuan jujur dan penuh kemarahan yang dilakukan Mang Uprit.

Bahkan Kang Dedi sapaannya, menyinggung soal provokator dan juga galak di medsos tapi dipanggil polisi seperti kucing.

Ungkapan Dedi Mulyadi ini sebagai bentuk pembelaan pada Mang Uprit dan kepeduliaan pada lingkungan di Ranca Upas yang rusak oleh komunitas trail.

Seperti diketahui jika sosok Mang Uprit viral setelah dirinya direkam dalam keadaan marah.

Mang Uprit malah lantaran sebagai petani daerah tidak dihargai oleh komunitas trail yang datang dan merusak area yang wisata yang selama ini dirawatnya.

Kemarahan Mang Uprit ini langsung viral di media sosial. Gara-garanya dia mempertontonkan kondisi taman Bunga Edelweiss di Ranca Upas Kabupaten Bandung yang rusak.

Kerusakan yang terjadi akibat event trail pada Minggu 5 Maret 2023 lalu, sangat parah dan mengkawatirkan.

Dampak dari video viralnya itu, Mang Uprit langsung diperiksa di Polresta Bandung. 

Dalam proses hukum yang dihadapi Mang Uprit, sosok Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi ikut pasang badan.

Baca Juga: Istri Kepala BPN Pamer Outfit Hampir Rp500 Juta, Netter: Hasil Maling!

Mantan Bupati Purwakarta dua periode ini mengawal proses hukum dari pria yang bernama asli Supriatna.

Terkait dengan viralnya video kemarahan Mang Uprit, pria desa yang peduli pada lingkungan tersebut dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangannya. 

Kuat dugaan Mang Uprit dipanggil terkait kasus perusakan lingkungan dan perusakan motor.

Isu di lapangan yang juga viral di media sosial komunitas trail ini marah pada panitia penyelenggara acara motor trail tersebut. 

Terkait kasus Mang Uprit, diperiksa tentang kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh acara trail.

Dedi Mulyadi mengatakan, saat ini polisi fokus pada pengumpulan alat bukti tentang kerusakan lingkungan.

Load More