SuaraSoreang.id – Kasus penganiayaan Mario Dandy kepada David Ozora menimbulkan berbagai pertanyaan tentang harta kepemilikan para pejabat negara.
Bagaimana tidak, harta yang dimiliki oleh ayah Mario Dandy, Rafael Alun Trisambodo, disebut diluar nalar karena dirinya adalah pejabat eselon 3.
Buntut dari pertanyaan itu, Mahfud MD mendapatkan temuan dimana ada transaksi mencurigakan di wilayah Kemenkeu senilai 300 triliun.
Dikutip dari kanal Youtube Kemenkeu pada Rabu (15/3/2023), Mahfud MD dan Sri Mulyani melakukan pertemuan untuk membahas transaksi senilai 300 triliun.
Sri Mulyani menyatakan bahwa saat ini ia masih belum memiliki informasi mengenai laporan terkait Rp 300 triliun seperti yang diungkapkan oleh Mahfud.
"Mengenai Rp 300 triliun, sampai saat ini saya belum mendapatkan informasi Rp 300 triliun itu hitungannya dari mana, transaksinya apa saja, siapa yang terlibat. Dalam hal ini silakan teman-teman media nanti tanya ke Pak Ivan (Kepala PPATK)," kata Sri Mulyani.
Sri Mulyani menyatakan bahwa PPATK telah menyampaikan surat yang hanya memuat daftar kasus-kasus yang terungkap dan tidak memberikan rincian mengenai jumlah uang yang terlibat dalam kasus tersebut.
Sejak tahun 2009-2023 PPATK menemukan dugaan pencucian uang di Kemenkeu sebesar Rp300 triliun. Pencucian uang itu melibatkan 477 pegawai di Kemenkeu. (*)
Baca Juga: Showcase Perdana Band Auto Fiksi Berlangsung Sukses Besar
Berita Terkait
-
Sri Mulyani: 1.7 Juta Orang Sudah Lapor SPT Pajak
-
Nestapa AG di Kasus Mario Dandy, Kini LPSK Tolak Beri Perlindungan
-
CEK FAKTA: Resmi! Rumah Rafael Alun Disegel Paksa, Benarkah?
-
Presiden Didesak Evaluasi Sistem Gaji dan Tunjangan ASN Efek Kasus Rafael Alun
-
Ini CEK FAKTA: Mario Dandy 'Gagahi' AG Berkali-kali, Agnes Gracia Akui Tak Henti Diperkosa? Simak Penjelasannya
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN