SUARA SOREANG - Wakil bupati Indramayu, Lucky hakim baru-baru ini menggemparkan publik karena pengunduran dirinya sebagai wakil bupati.
Dalam acara 'Alvin Love', Lucky Hakim selaku bintang tamu membeberkan alasan dirinya mengundurkan diri sebagai seorang wakil bupati Indramayu, dengan alasan ketidakmampuan mengemban amanah.
Ia juga mengatakan dengan tegas mengenai fungsi dirinya sebagai wakil yang tidak merasakan bekerja apapun selama bertugas sebagai wakil.
"Fungsi nya ini mandul menurut saya, si kemandulan perangkat wakil ini dibayar terlalu mahal oleh rakyat," ujar Lucky Hakim, dikutip dari cumi-cumi pada Sabtu (8/4/23).
Lucky Hakim merasa selama dirinya menjabat sebagai seorang wakil bupati, ia seperti hanya memakan gaji buta. Pasalnya gaji yang dikeluarkan untuk wakil bupati terlalu banyak jika tanpa pekerjaan.
"Untuk apa menggaji seorang wakil, yang tidak difungsikan padahal bisa ada yang namanya sekda dan kepala dinas," ujarnya.
Lucky Hakim, mengatakan jika hal tersebut telah dibuktikan di indramayu bahwa fungsi wakil bupati, lebih banyak diberikan kepada sekda dan kepala dinas. Hal tersebut merupakan contoh nyata, jika bupati tidak membutuhkan wakil.
Menurut analisa Lucky Hakim sebagai mantan seorang anggota DPR, hal tersebut sebenarnya bisa dijadikan sebagai penghematan anggaran negara.
"Maka ini adalah penghematan anggaran. Dari sisi sebagai mantan anggota DPR, saya rasa indonesia bisa menghemat dengan efektif dan efisiensi," ucapnya.
Baca Juga: Melihat Ria Ricis, 3 Aspek Finansial Ini Harus Disepakati Bersama Pasangan
Lucky Hakim menegaskan jika semua hal yang ia beberkan bukanlah sebuah aib, namun merupakan bagian dari undang-undangan keterbukaan publik, yang mana dirinya sebagai pejabat berhak terbuka kepada rakyat.
"Kalau ini uang bapa saya, gak akan dibuka ke publik. Ini kan uang rakyat, maka sepeserpun uang yang dikeluarkan atas nama rakyat harus dilaporkan,"
Fakta-fakta yang telah ia bongkar mungkin mengejutkan bagi beberapa pihak, namun ia mengatakan jika ia hanya mencoba menyampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami rakyat, agar rakyat bisa memahaminya. (*)
Sumber: Youtube/Cumi-cumi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026