SUARA SOREANG - Musisi Virgoun menjadi viral usai isu selingkuh yang dilakukannya dibongkar dan ramai di media sosial.
Setelah membongkar chat perselingkuhan suami, Inara Rusli juga membongkar bahwa Virgoun juga meminta poligami.
Dalam Instagram Story, Inara Rusli mengungkapkan, Virgoun kerap memaksa untuk poligami dan menikahi selingkuhannya itu.
Padahal, sebelumnya, vokalis band Last Child ini telah membuat perjanjian untuk tidak menemui selingkuhannya lagi.
Tidak hanya itu, bahkan Virgoun sampai rela lakukan silent treatment kepada Inara Rusli setiap permintaan poligaminya ditolak. Apa sih yang dimaksud dengan silent treatment?
Silent treatment atau perlakuan diam adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan cara menghindari interaksi atau tidak memberikan respons verbal kepada orang lain.
Perlakuan ini seringkali digunakan sebagai bentuk hukuman atau manipulasi dalam hubungan interpersonal.
Silent treatment seringkali digunakan dalam hubungan pasangan atau dalam keluarga sebagai bentuk hukuman ketika salah satu pihak merasa kesal atau marah dengan perilaku yang dilakukan oleh pihak lain.
Perlakuan diam ini dapat berlangsung dalam waktu yang singkat atau jangka panjang, tergantung pada keparahan dari masalah yang mendasarinya.
Baca Juga: Waspadai Zat Pemicu Kanker di Kehidupan Sehari-hari, Apa Saja Contohnya?
Silent treatment dapat memicu perasaan kesepian dan kecemasan pada orang yang menjadi sasarannya. Hal ini dapat membuat sasarannya merasa diabaikan atau tidak dihargai.
Perlakuan diam dapat memperburuk hubungan interpersonal karena tidak memberikan kesempatan untuk berkomunikasi dan menyelesaikan masalah secara terbuka dan jujur.
Silent treatment juga dapat menjadi bentuk manipulasi emosional yang digunakan untuk memaksa orang lain melakukan apa yang diinginkan oleh pihak yang memberikan perlakuan diam.
Perlakuan diam dapat menjadi tanda-tanda adanya masalah dalam hubungan interpersonal, seperti ketidakseimbangan kekuasaan atau kurangnya keterbukaan dalam berkomunikasi.
Selain itu, silent treatment juga dapat memicu reaksi defensif pada pihak yang diberikan perlakuan diam, seperti merasa terancam atau menunjukkan perilaku agresif.
Bagi seseorang yang sering memberikan perlakuan diam, dapat mengakibatkan kurangnya keterampilan dalam mengatasi konflik dan kekurangan dalam kemampuan berkomunikasi yang efektif. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Jangan Kredit Mobil Dulu, Hitung-hitungan Ini Membuat Banyak Warga Jakarta Berubah Pikiran
-
Jangan Datang Setelah Jam 6 Pagi, Rahasia Menemukan Kemeja Mewah Rp50 Ribuan di Pasar Senen
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di GBK: Kenapa Kini Lebih Banyak Dilirik daripada Brand Luar?
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Target Transaksi UMKM Rp1,75 Miliar di Gawe Dayak Singkawang, Mampukah Tercapai?
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas
-
Biaya Kuliah Unsri 2026 Terbaru, Kedokteran Tembus Rp200 Juta, Jurusan Lain Berapa?