SuaraSoreang.id - Negara Serbia dihebohkan dengan kasus penembakan massal yang dilakukan oleh anak berumur 13 tahun.
Pada rabu pagi (03/05/2023), saat tiba di sekolahnya Vladislav Ribnikan Elementary School, siswa dengan inisal K.K yang berumur 13 tahun melakukan penembakan.
K.K langsung mengeluarkan dua senapan dan menembak satpam sekolahnya, setelah itu ia masuk ke kelas dan menembak 2 orang siswi perempuan.
Selanjutnya K.K berjalan ke arah kelas sejarah, sambil menembakan senjatanya. Lalu berjalan menyusuri koridor dan menembak guru, kemudian murid-murid di dalamnya secara random.
Setelah itu, K.K pergi keluar menuju halaman sekolah, lalu menelpon polisi untuk melaporkan tindakannya tersebut sampai ia diringkus polisi.
8 murid berusia antara 11, 14 tahun bersama satpam sekolahnya meninggal dunia, sedangkan 6 siswa lain dan seorang guru dilarikan ke rumah sakit karena luka tembakan.
Selain menggunakan senapan untuk menembak, di dalam tas K.K ditemukan 2 pistol lain, dan 4 bom molotov. Pelaku mempunyai catatan nama-nama murid yang menjadi sasarannya, urutan kelas-kelas yang ia rencanakan untuk didatangi, serta gambar layout sekolah.
Dilansir dari unggahan video @hasnaanato, kemungkinan aksi ini sudah dipersiapkan sebulan sebelumnya, senjata yang dimiliki merupakan milik ayahnya yang didapatkan secara legal, dan dikabarkan bahwa K.K juga sering diajak oleh sang ayah ke shooting range.
Pelaku disebutkan sebagai murid yang baik dan tidak banyak bicara, tapi setelah ditangkap oleh pihak kepolisian, ia sama sekali tidak menunjukkan perasaan bersalah.
Baca Juga: Mengaku Trauma, Band Radja Disekap Orang Tak Dikenal hingga Terima Ancaman Pembunuhan
Pelaku beserta ayah dan ibunya ditahan, tapi berdasarkan hukum Serbia, pelaku yang berusia di bawah 14 tahun tidak bisa dijatuhi hukuman, sehingga ia hanya bisa dikirimkan ke klinik kejiwaan. Hingga saat ini belum diketahui motif dari pelaku melakukan pembunuhan tersebut apa.
Keesokan harinya juga terdapat pembunuhan yang dilakukan oleh seorang pria 21 tahun, ia menembakan senjatanya lewat mobil yang berjalan hingga menewaskan 8 orang dan melukai 14 orang lainnya.
Sumber: Tiktok @hasnaananto
Berita Terkait
-
Isu Pungli, ASN Muda di Pangandaran Mengundurkan Diri, Bupati Jeje: Ketersediaan Anggaran
-
Ummi Yuni Larikan Uang Wakaf Pesantren Az Zikra Senilai 69 Milyar, Larissa Chou Ikut Terseret
-
Bukan Tersedak Bakso, Istri di Bekasi Dibunuh Suami dengan Cara Seperti Ini, Pelaku Klaim Sering Dimaki Korban
-
Lantaran Sakit Hati Sering Dimarahi dan Dipukul Korban, Husen Tega Bunuh Bos Galon hingga Dicor
-
Upaya Banding Pupus, Agus Nurpatria Tetap Divonis 2 Tahun Penjara!
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
31 Kode Redeem FF Terbaru 18 April 2026: Raih Kesempatan Kendaraan Kuda Hingga MP40 Cobra
-
5 Sepatu Lari Lokal Murah dengan Fitur Mewah, Tak Kalah Keren dari Asics
-
Menteri HAM Cium Aroma Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Laporan Polisi Terhadap Feri Amsari Cs
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Vonis Mati 6 Bulan Tak Runtuhkan Pram: Dipecat 4 Kali, Kini Lawan Stigma HIV
-
Sepatu On Cloud Seri Apa yang Paling Murah? Ini 5 Terbaik untuk Jalan Jauh dan Daily Run
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Anniversary Merlynn Park Hotel: 16 Years of Transformation Hospitality Beyond Excellence
-
Mulai Menjauh, Fabio Quartararo Sudah Tak Aktif Kembangkan Motor Yamaha
-
Bupati Barru: Bibit Nanas Rp60 Miliar Tak Pernah Dibahas DPRD