SUARA SOREANG - Pembentukan kebiasaan baru di pagi hari adalah proses yang melibatkan berbagai faktor dan tahapan penting.
Meskipun banyak yang berpendapat bahwa hanya dibutuhkan 21 hari untuk membentuk kebiasaan baru, penelitian lebih lanjut telah mengungkapkan bahwa waktu yang diperlukan jauh lebih bervariasi, mulai dari 18 hingga 254 hari.
Perbedaan ini tergantung pada sejumlah faktor, termasuk karakteristik individu dan tingkat kompleksitas kebiasaan yang ingin dibentuk.
1 Konsistensi
Salah satu faktor kunci yang mempengaruhi pembentukan kebiasaan adalah konsistensi.
Semakin sering dan teratur seseorang melaksanakan kebiasaan tersebut, semakin cepat kebiasaan itu akan terbentuk dalam rutinitas harian mereka.
2 Kesederhanaan
Kesederhanaan kebiasaan juga memainkan peran penting.
Kebiasaan yang lebih sederhana dan mudah dilakukan cenderung lebih mudah diadopsi daripada kebiasaan yang kompleks dan memerlukan upaya besar.
3 Motivasi
Motivasi juga menjadi faktor utama dalam membentuk kebiasaan baru di pagi hari.
Tingkat motivasi dan komitmen individu terhadap kebiasaan tersebut dapat memengaruhi seberapa cepat kebiasaan tersebut menjadi bagian alami dari rutinitas pagi mereka.
Baca Juga: Kobarkan Semangat Kemerdekaan RI ke-78, Smartfren Berikan Promo Paket Merdeka
4 Lingkungan
Seiring dengan itu, lingkungan tempat seseorang berada juga berperan penting dalam memperkuat pembentukan kebiasaan.
Menciptakan lingkungan yang mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan kebiasaan baru dapat memudahkan individu dalam menjadikannya bagian tak terpisahkan dari rutinitas harian.
Perlu diingat bahwa membentuk kebiasaan baru adalah proses yang berlangsung secara perlahan dan memerlukan kesabaran serta ketekunan.
Mulailah dengan kebiasaan kecil yang dapat dicapai dengan mudah dan perlahan-lahan tingkatkan kompleksitasnya seiring berjalannya waktu.
Memantau perkembangan dan merayakan pencapaian kecil juga penting dalam menjaga motivasi dan semangat dalam melanjutkan proses pembentukan kebiasaan.
Penting untuk diingat bahwa waktu yang diperlukan untuk membentuk kebiasaan baru di pagi hari akan bervariasi sesuai dengan karakteristik individu dan lingkungan sekitarnya.
Oleh karena itu, fokuslah pada konsistensi dan tekad dalam menjadikan kebiasaan baru sebagai bagian yang tak terpisahkan dari rutinitas pagi Anda.
Dengan adanya kesabaran dan pendekatan yang tepat, Anda dapat berhasil membentuk kebiasaan-kebiasaan positif yang memberi manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan dan produktivitas Anda. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
6 Shio Paling Beruntung di 28 Februari 2026, Ada Ayam hingga Babi
-
Belum Pulang ke Indonesia, Alumni LPDP Irawati Puteri Dituding Bawa Kabur Uang ILDS
-
Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil
-
Tawuran Sahur Patrol di Gresik Berujung Pembacokan, Dua Pemuda Luka Parah
-
Pemerintah Gandeng AS Kembangkan Ekosistem Semikonduktor, Potensi Investasi Rp 530 Triliun
-
Bogor Dikepung Cuaca Ekstrem, Menko AHY Dorong Infrastruktur Adaptif di Kota Hujan
-
Digugat Cerai Mawa, Insanul Fahmi Masih Pikir-Pikir Talak Inara Rusli
-
Geger Mobil Dinas Rp8,5 M, Golkar "Semprot" Gubernur Kaltim: Ukur Kondisi Rakyat
-
Mahasiswi Dibacok, DPR Desak Evaluasi Keamanan Kampus UIN Suska Riau
-
TNI Dikirim ke Gaza, Misi Damai atau Jebakan Perang Maut Lawan Hamas?